Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Tradisi Sakral Kirab Pusaka 1 Suro di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

S Samsuddin • 27 Jun 2025 • 0 komentar
Tradisi Sakral Kirab Pusaka 1 Suro di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Putraindonews.com, Surakarta - Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi sakral Kirab Pusaka 1 Suro dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro (1 Muharam) Tahun Je 1958. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram yang membawa pusaka utama Kraton.

Jalannya Prosesi Kirab

Waktu dan Tempat: Prosesi dimulai pukul 20.00 WIB dari dalam Kraton melalui pintu Kori Kamandungan.

Baca JugaDemi Merawat Tradisi, Sanggar Seni Antara Nusantara Bajeng Gelar Malam Assinrilik

Doa Wilujengan: Diawali dengan doa wilujengan di Sasana Maligi yang dipimpin oleh ulama Kraton. Doa ini merupakan permohonan keselamatan dan berkah bagi bangsa.

Peserta Kirab

Selain Putra Mahkota, kirab dihadiri oleh Raja Surakarta SISKS Pakoe Boewono XIII, GKR Pakoe Boewono, GKR Timoer Rumbay Kusumadewayani, GRAy Devi Lelyana Dewi, para abdi dalem, dan Sentono Dalem.

Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia Baru

Pusaka Sakral

Prosesi menampilkan tujuh dari 13 pusaka utama Kraton yang dikawal oleh lima ekor kebo bule, termasuk Kanjeng Kyai Slamet yang memimpin barisan terdepan.

Tokoh Nasional: Hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Jawa Tengah Muhammad Lutfi, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, dan Wakil Wali Kota Astrid.

Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi Samudra

Penonton: Ribuan abdi dalem dan ratusan ribu masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan kirab tahunan ini.

Makna dan Filosofi Kirab

Pengageng Sasana Wilapa, KPA Danni Nur Adiningrat, menegaskan bahwa kirab ini bukan sekadar pelestarian tradisi, melainkan juga sarana spiritual dan refleksi diri.

Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan Tahta

“Malam Suro menjadi momentum untuk mengingat perjalanan setahun ke belakang dan menyiapkan diri menyambut tahun yang baru dengan niat kebaikan.”

Setiap pusaka yang diarak memiliki makna historis dan simbolis yang kuat, melambangkan peradaban, keberanian, dan kebijaksanaan leluhur yang menjadi warisan budaya bangsa

Baca JugaTelah Lahir Pasinrilik Perempuan Pertama dari Sanggar Seni Antara Nusantara Gowa

Harapan dan Pesan Pelestarian Budaya Danni berharap kirab ini dapat memantik semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

“Harapan kami, seluruh masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang bisa lebih memperhatikan dan melestarikan adat serta budaya daerah. Ini penting sebagai fondasi kebudayaan nasional sekaligus benteng dari pengaruh budaya asing.”

Baca JugaBupati Blitar: Jamasan Gong Kyai Pradah 2026 Manivestasi Pelestarian Pariwisata Seni Budaya

Kirab Pusaka 1 Suro di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah tradisi yang kaya makna, menggabungkan nilai spiritual, budaya, dan sejarah. Acara ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan identitas budaya yang sangat penting bagi masyarakat Jawa dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Red/HS

Tags: #Indonesia #budaya #jawa

Bagikan berita:

Berita Terkait