Putraindonews.com,Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/3) sepakat bahwa upaya untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina akan dimulai dengan gencatan senjata terhadap sasaran energi dan infrastruktur, kata Gedung Putih dikutip dari Kyodo.
Setelah Trump berbicara dengan Putin melalui telepon, Gedung Putih juga menyebut bahwa kedua kepala negara itu sepakat tentang perlunya konflik "berakhir dengan perdamaian yang abadi" dan memperbaiki hubungan antara AS dan Rusia.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Trump bersama jajarannya optimistis bahwa jalan menuju perdamaian di Ukraina berjalan lancar, yang diawali dengan mencoba membujuk Putin agar segera menerima gencatan senjata selama 30 hari dengan negara yang dilanda perang tersebut.
Namun, pengumuman Gedung Putih yang disampaikan usai percakapan panjang tersebut, menunjukkan bahwa Putin tidak berkomitmen untuk menghentikan perang Rusia melawan Ukraina lantaran tidak disebutkan apakah Putin telah menerima usulan gencatan senjata yang diusulkan pemerintah Trump.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSebaliknya, Gedung Putih mengatakan Rusia setuju untuk sementara menghentikan serangan terhadap target energi dan infrastruktur dan bahwa "langkah menuju perdamaian" juga akan dimulai dengan "negosiasi teknis" tentang cara menerapkan gencatan senjata maritim di Laut Hitam, gencatan senjata total dan perdamaian yang abadi.
Disebutkan bahwa pembicaraan tersebut akan segera dimulai di Timur Tengah.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelUsai pertemuan dengan pejabat senior AS di Arab Saudi pekan lalu, Ukraina mengatakan pihaknya siap menerima usulan gencatan senjata yang disampaikan pemerintahan Trump.
Putin kemudian mengatakan bahwa pada prinsipnya ia mendukung usulan tersebut, namun menambahkan bahwa terdapat isu krusial yang perlu diselesaikan, mengisyaratkan bahwa Kremlin tidak akan berhenti berperang tanpa syarat.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanNegosiasi yang dipimpin AS masih berlangsung lantaran Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy masih ragu apakah Putin akan menyetujui perdamaian yang sungguh-sungguh dan langgeng antara negara mereka. Red/HS