Putraindonews.com, Jakarta – Dunia baru saja menyaksikan sebuah aksi penangkapan terhadap kepala negara Venezuela Presiden Nicolás Maduro.
Namun, ada hal menarik di balik kasus ini di mana setelah sang petinggi negara itu ditangkap, muncul pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bahwa perusahaan minyak raksasa Paman Sama akan mengelola aset migas negara tersebut.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Perusahaan minyak Amerika Serikat, Chevron, yang sudah hampir seabad beroperasi di Venezuela merespon operasi pemerintahan Trump di negara Amerika Latin tersebut.
Dilansir dari Newsweek, juru bicara Chevron menarik kembali pernyataan semula dan kembali memberikan pernyataan resmi dengan menyebut "Chevron senantiasa fokus erhadap keselamatan dan kesejahteraan para pekerjanya, serta menjaga integritas aset yang dimiliki. Pihaknya terus beroperasi sepenuhnya sesuai semua hukum dan peraturan yang ada."
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSebelumnya Chevron berstatemen "dengan lebih dari satu abad di Venezuela, (Chevron) mendukung transisi yang damai dan sah yang mendorong stabilitas dan pemulihan ekonomi, (Chevron) siap untuk bekerja secara konstruktif dengan Pemerintah AS selama periode ini, memanfaatkan pengalaman dan kehadiran kami untuk memperkuat keamanan energi AS." Red/HS