Putraindonews.com - Yerusalem | Pemerintah Israel tengah berupaya mencari jalan keluar atas konflik yang terjadi di Palelstina dengan menawarkan warga Palestina untuk pindah ke negara lain.
Hal itu diungkap media Israel yang melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mendesak rencana menerapkan "migrasi sukarela" kepada warga Palestina di Gaza dengan tujuan negara-negara lain.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiMenurut harian Israel Hayom, Netanyahu membuat pernyataan tersebut pada sidang parlemen tertutup khusus para anggota parlemen Partai Likud yang berkuasa.
"Persoalan kita adalah negara-negara yang mau menerima (warga Gaza itu), dan kita sedang mengusahakannya," kata dia.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden BrasilDalam sidang itu Danny Danon dari Partai Likud mengungkapkan ada negara-negara yang sebenarnya mengangkat isu tersebut, termasuk Menteri Imigrasi Kanada Marc Miller dan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley yang sedang mengikuti proses penjaringan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.
Danon menambahkan Israel harus membentuk komite untuk menindaklanjuti isu tersebut guna memastikan semua orang yang ingin pindah ke negara ketiga dapat melakukannya.
Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main JudiPada beberapa kesempatan, AS, negara-negara Arab dan Eropa sudah menyuarakan penolakan tegas terhadap segala bentuk “migrasi paksa” terhadap warga Palestina di Gaza.
Otoritas Palestina dan Hamas belum menanggapi pernyataan Israel tersebut.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklameIsrael menggempur Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, sehingga menewaskan sedikitnya 20.700 warga Palestina yang sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 54.536 orang.
Sebaliknya, sekitar 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa JawaSerangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza di mana setengah dari perumahan di wilayah pesisir itu rusak atau hancur dan hampir 2 juta orang mengungsi di wilayah padat penduduk tersebut ketika mereka kekurangan makanan dan air bersih yang akut. Red/HS