Putraindonews.com - NTT | Warga Watu Bolo, Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya ramai menjual kayu di area hutan km 7. Kayu ini biasanya jadi serbuan masyarakat kota Waikabubak.
Kayu ini dipergunakan untuk membuat dapur rumah, kandang ternak dan beragam kebutuhan warga.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat
Pantauan Putraindonews.com selain menjual kayu, warga sekitar juga menjual bambu dan kayu bakar. Setelah memotong dari hutan, warga mengangkat dan menyimpannya di pinggir jalan hamparan hutan.
Namun ada yang unik dari biasanya, salah satu warga Watu Bolo ini memilih untuk menjualnya lebih murah.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla
Kayu yang biasa dijual warga lain 15 rb/batang, Yafet menjualnya dengan harga 10rb/batang. Bambu juga demikian, Ia menjualnya dengan harga 15rb/batang.
"Saya menjual lebih murah dari semuanya biar cepat laku, disinikan banyak yang jual kayu, biar untung sedikit tapi cepat laku, bambu juga begitu," ucap Yafet salah satu warga Watubolo saat ditemui Putraindonews.com, Sabtu (22/7).
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang
Kayu yang dijual Yafet ini adalah kayu yang ditanam sendiri oleh Ayahnya, selanjutnya hasil dari jualan kayu dengan bambu ini digunakan Yafet untuk modal usaha membangun kios kecil di km 7. Red/Nov