UPDATE 10 Mei 2026
PutraIndonews.com, Jakarta – Setelah kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan tiga orang meninggal, WHO dan CDC merilis pembaruan terbaru mengenai pola penularan, gejala, dan langkah pencegahan. Hingga Mei 2026, investigasi internasional memastikan bahwa hantavirus tidak menular antarmanusia dalam sebagian besar kasus, termasuk pada klaster MV Hondius.
Di Indonesia, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengonfirmasi bahwa satu warga Kulon Progo yang sebelumnya berstatus suspek hantavirus telah dinyatakan NEGATIF. Dengan hasil ini, hingga pertengahan Mei 2026, tidak ada kasus positif hantavirus yang terdeteksi di DIY.
Dinkes DIY menambahkan bahwa wilayah tersebut pernah mencatat enam kasus hantavirus pada 2025, semuanya sembuh tanpa kematian. Virus yang pernah terdeteksi di Indonesia adalah Seoul Virus, penyebab HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome), berbeda dengan Andes Virus yang terkait kasus berat MV Hondius.
Dengan perkembangan terbaru ini, masyarakat diimbau tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan memahami cara pencegahan hantavirus yang benar.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah virus zoonosis yang ditularkan melalui urine, feses, atau air liur tikus. Penularan terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi. Virus ini tidak menyebar melalui kontak biasa antarmanusia, kecuali pada beberapa strain langka seperti Andes Virus.
Gejala Hantavirus (Update WHO 2026)
- Demam tinggi dan menggigil
- Nyeri otot hebat, terutama di punggung dan paha
- Mual, muntah, atau diare
- Batuk kering
- Sesak napas (tanda HPS)
Gejala biasanya muncul 1–4 minggu setelah paparan. Pemeriksaan medis harus dilakukan segera jika gejala muncul setelah bepergian atau berada di area berpotensi terpapar tikus.
Tips Kesehatan Penting untuk Mencegah Hantavirus
1. Pencegahan di Rumah
- Tutup semua celah rumah yang berpotensi menjadi jalur tikus.
- Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat.
- Gunakan disinfektan sebelum membersihkan area yang terkontaminasi kotoran tikus.
- Hindari menyapu kotoran tikus secara langsung karena dapat membuat partikel beterbangan.
2. Pencegahan Saat Bepergian (Update 2026)
- Periksa kebersihan kabin, hotel, atau ruang transportasi.
- Gunakan disinfektan pribadi untuk permukaan yang sering disentuh.
- Pastikan ventilasi ruangan baik.
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer 60% alkohol.
3. Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
- Demam tinggi + nyeri otot hebat
- Sesak napas atau dada terasa berat
- Riwayat berada di area dengan potensi paparan tikus
Pelajaran dari Kasus MV Hondius
Kasus ini menjadi pengingat bahwa fasilitas mewah sekalipun tidak menjamin bebas dari risiko penyakit menular. WHO menekankan pentingnya standar sanitasi kapal pesiar, termasuk kontrol hama, ventilasi, dan edukasi kesehatan bagi penumpang.
Detail kasus awal dapat dibaca di: Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Orang Meninggal. Red/HS