Kirim Orang Kepercayaan, Mahfud MD Turun Gunung Bantu Orang Tua Bima Yang Diintimidasi

Putraindonews.com – Jakarta | Orangtua Bima Yudho Saputro, seorang tiktoker asal Lampung yang kini viral lantaran kritikannya terhadap Pemprov Lampung yang berujung pelaporan terhadap dirinya, mengaku ketakutan setelah ditelpon Gubernur.

Terkait kondisi ketakutan ini disampaikan langsung oleh juru bicara dari pihak keluarga Bima, Bambang Kuncoro. Bambang mengaku, pihak keluarga ketakutan karena Bima dilaporkan ke kepolisian dan proses hukum tetap akan dilanjutkan.

“Terlalu banyak atensi terkait masalah ini, kami pihak keluarga tidak ingin jadi berlarut,” kata Bambang Kuncoro yang juga paman dari Bima Yudho, di Bandarlampung, Minggu (17/4).

Dia mengatakan, keluarga Bima mendapat intimidasi setelah dia mengkritik kondisi infrastruktur di Provinsi Lampung.

BACA JUGA :   Sebanyak 20 Organisasi Perwakilan Profesi Medis Gelar Audiensi dengan Dewan

Merespon hal itu, Menkopolhukam Mahfud MD kini turut menyoroti hal tersebut dan menyatakan bahwa Bima memiliki hak konstitusional untuk mengkritik pembangunan dan infrastruktur di Lampung.

“Bima ini punya hak konstitusional untuk menyampaikan hal itu, apalagi demi perbaikan,” kata Mahfud saat hadir dalam YouTube R66 Newlitics, dikutip pada Senin (17/4).

“Bupati (Lampung) itu mungkin tidak punya kewajiban hukum untuk ikut itu, karena itu hanya kritik bukan laporan ke aparat penegak hukum. Tapi, dia punya kewajiban moral sebagai pemimpin,” tambah dia.

BACA JUGA :   Panji Gumilang dan Keluarga Kuasai 295 Sertifikat Tanah

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud Md menegaskan, pihaknya akan memeriksa kebenaran informasi yang menyebutkan bahwa aparat penegak hukum mengintimidasi orangtua Bima setelah dia mengkritik kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

“Tentu saya akan komunikasi kalau sampai ada APH menekan. Nanti Senin saya baru bisa melakukan pendalaman, tentu saya tidak boleh diam jika APH ikut-ikutan soal itu,” kata dia.

Sebelumnya, Bima Yudho Saputro dilaporkan ke Polda Lampung atas kritiknya tentang situasi di Lampung yang disertai kata “Dajjal”. Pihak kepolisian memberikan tanggapan terkait laporan tersebut. Red/HS

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!