Berpotensi Gagal Serap, Penyertaan Modal untuk ITF Sunter Diprediksi Masuk SILPA

Putraindonews.com – Jakarta | Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter kemungkinan tidak terserap dan diperkirakan masuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SiLPA).

“Ya mungkin tidak diserap (PMD pembangunan ITF Sunter), masuk ke SiLPA, atau mungkin bisa dimanfaatkan oleh Jakpro untuk kegiatan lainnya dengan persetujuan Dewan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (28/4).

Selain itu, Asep mengungkapkan bahwa PMD senilai Rp577 miliar tersebut akan diberikan kepada salah satu BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

BACA JUGA :   Tol Kartosuro - Sragen 35 Km Diresmikan Presiden Jokowi, Tarif Rasionalisasi Diterapkan

“Sebenarnya memang Pemprov DKI akan men-‘switching’ rencana pembangunannya ke RDF,” ungkap Asep.

Menurut Asep, karena pembangunan ITF Sunter tidak menjadi prioritas, maka sebaiknya PT Jakpro menunda bahkan membatalkan proses pemilihan mitra pembangunan ITF tersebut.

“Jadi, proses pemilihan mitranya yang saat ini dilakukan oleh Jakpro untuk ITF Sunter berarti harus ditunda atau mungkin bahkan dibatalkan,” katanya.

BACA JUGA :   Berkah Ramadhan, DPC IMO-Indonesia Kabupaten Indramayu Bagikan 500 Paket Takjil

Semua kegiatan ada di Jakpro dan proses pemilihan mitra juga ada di BUMD tersebut. “Dananya juga dari mitra Jakpro dan Jakpro di bawah pengawasan dari BP BUMD,” kata Asep.

DLH DKI Jakarta akan membangun “refuse-derived fuel” (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara, pada 2024.

“Lokasinya InsyaAllah kalau enggak ada halangan itu di Rorotan. Mudah-mudahan itu bisa kami bangun di tahun depan konstruksinya,” kata Asep Kuswanto. Red/HS

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!