Dr. Sumarlin Rengko H R. Ampuh Mata Kuliah Bahasa Daerah di Kampus Lorong

Putraindonews.com, Makassar – Kampus Lorong yang berlokasi di Jl. Daeng Tata III Lorong Daeng Jakking, Kelurahan Parang Tambung, Makassar, bersama Dr. Sumarlin Rengko H R, S.S., M.Hum. Akademisi Universitas Hasanuddin hadir mengajar mata kuliah Bahasa Daerah kepada anak-anak usia SD dan SMP di Kampus Lorong kolaborasi Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) dan Aruna Ikatuo Indonesia. Minggu, 1/12/2024.

Kampus Lorong dengan kurikulum inovatif “CAKEP BERDAYA” (Cerdas, Kreatif, Empati, Progresif, Berdaya) dirancang untuk memberdayakan generasi muda.

Di hadapan anak-anak, Dr. Sumarlin menegaskan pentingnya mempelajari bahasa daerah. “Belajar bahasa daerah itu bukan sekadar belajar kata, tapi juga belajar adab, etika, dan bagaimana mencintai budaya kita sendiri,” ungkapnya penuh semangat. Menurutnya, bahasa daerah adalah jembatan untuk memahami nilai-nilai luhur budaya, sekaligus melestarikan kearifan lokal agar tidak tergerus zaman. Pesan ini menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak di Kampus Lorong.

BACA JUGA :   PRESIDEN ABSEN DIPENUTUPAN ASIAN GAMES 2018, INI YANG BELIAU KERJAKAN 

Meski berdomisili di Palangga, Kabupaten Gowa, Dr. Sumarlin datang secara sukarela untuk mengajar setiap Minggu sore. Semangatnya yang tak mengenal jarak dan waktu menjadi teladan luar biasa bagi anak-anak, sekaligus menginspirasi mereka untuk menghargai bahasa dan budaya sendiri. Kehadirannya membawa nuansa akademik yang berkualitas ke lorong-lorong kecil di Makassar.

Kurikulum “CAKEP BERDAYA” yang diterapkan di Kampus Lorong sangat mendukung proses pembelajaran. Dengan pendekatan yang mendorong kreativitas, empati, dan progresivitas, anak-anak tidak hanya belajar bahasa daerah, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Program ini dirancang untuk membangun generasi yang berdaya dan bangga dengan identitas budayanya.

BACA JUGA :   Wapres Tegaskan Manfaat Bulan Ramadhan

Kegiatan ini semakin memperkuat misi Kampus Lorong sebagai ruang belajar alternatif yang inklusif. Kolaborasi antara K-Apel dan Aruna Ikatuo Indonesia membuktikan bahwa pendidikan dapat dijangkau oleh siapa saja, di mana saja. Kehadiran akademisi dari kampus formal menjadi salah satu bukti nyata bahwa pendidikan berbasis budaya dapat menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan lokalnya. Red/Man

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!