Putraindonews.com, Jakarta – Terdapat perbedaan data pemutusan hubungan kerja (PHK) antara pemerintah dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Terkait hal ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan pemerintah akan segera menindaklanjuti perbedaan data tersebut.
Sikap tegas itu disampaikan Yassierli menanggapi data Apindo yang menyebut sekitar 126.000 pekerja kehilangan pekerjaan sepanjang Januari hingga Mei 2026 berdasarkan jumlah peserta nonaktif BPJS Ketenagakerjaan.
Angka tersebut sedikit jauh lebih tinggi dibandingkan data Kemenaker yang mencatat sebanyak 32.389 pekerja mengalami PHK hingga Juni 2026.
Menurut Yassierli, setiap informasi mengenai PHK harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
Baca JugaKepulan Asap Kluar dari Tas, Penumpang KRL Dibuat Panik"Kan sudah saya sampaikan, kalau data PHK atau informasi PHK itu kan ada yang harus kita klarifikasi, harus kita cek. Nanti kita follow up semua ya," kata Yassierli usai menghadiri agenda Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7). Red/HS