Putraindonews.com, Jakarta – Amerika Serikat tampak tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Israel yang terus membombardir wilayah Lebanon.
Padahal, penghentian serangan terhadap Lebanon adalah salah satu syarat dalam kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklameKesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah itu mulai berlaku sejak Jumat (19/6/2026) sore.
Meski demikian, pasukan Israel akan tetap bertahan di Lebanon selatan. Israel mengatakan, akan berkomitmen pada gencatan senjata itu hanya jika Hizbullah juga menghormati perjanjian itu dan menghentikan segala bentuk serangan.
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa JawaKantor berita Nasional Lebanon menyebutkan serangan pesawat nirawak Israel menewaskan dua pengguna sepeda motor di Lebanon. Red/HS