Putraindonews.com, Jakarta - Bawaslu Lampung melaporkan bahwa sebanyak 164 kejadian khusus pada pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2014 pada Rabu (27/11) yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
"Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu terdapat 164 kejadian khusus seperti kekurangan surat suara, surat suara rusak, logistik lainnya serta kejadian khusus lainnya," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Provinsi Lampung Hamid Badrul Munir di Bandarlampung, Kamis (28/11).
Baca JugaDasco Bantah Isu terkait Dirinya Bakal Jadi CawapresDia menjelaskan bahwa surat suara tertukar terjadi di 34 tempat pemungutan suara (TPS), kekurangan surat suara 96 TPS, surat suara rusak satu TPS, logistik lainnya satu TPS, kejadian khusus lainnya 32 TPS.
“Hasil pengawasan menunjukkan terdapat kekurangan surat suara di 10 kabupaten,” kata dia.
Baca JugaNama Seskab Teddy Diisukan Diperiksa POM?Kemudian, lanjut dia, surat suara kurang terjadi di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Barat, Lampung Utara, Pringsewu, Tulangbawang, Mesuji, Pesawaran, dan Tulangbawang Barat.
"Sementara kejadian khusus surat suara tertukar di Lampung Selatan, Lampung Timur, Pringsewu, dan Mesuji. Tim pengawas juga mendapati adanya surat suara rusak di Lampung Barat, terdapat robek pada beberapa bagian kertas surat suara,” kata dia.
Baca JugaPresiden Prabowo Bakal Lakukan Evaluasi KabinetHamid juga menyampaikan pada saat pemungutan suara, seorang warga mengaku sebagai pemantau pemilihan memaksa masuk ke area TPS 02 di Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.
"Tetapi tidak diperkenankan masuk oleh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan pengawas TPS," kata dia.
Baca JugaYusril Ungkap Kemungkinan Jokowi DiperiksaMenyikapi kejadian khusus saat pemungutan dan penghitungan suara tersebut, lanjut dia, jajaran panwaslu melakukan berbagai upaya tindak lanjut. Pertama, menyampaikan saran perbaikan kepada KPPS, kemudian, mengidentifikasi potensi-potensi dugaan pelanggaran dan potensi pemungutan suara ulang (PSU).
“Kami juga melakukan penelusuran atas informasi kejadian-kejadian khusus tersebut, memperkuat koordinasi secara berjenjang dan berbagi informasi secara update ke sesama jajaran pengawas,” kata dia. Red/HS
Baca JugaPresiden Tunjuk TNI Ariyo Windutomo Gantikan Listyo Sigit Prabowo