Putraindonews.com, Sulsel - Selama puasa Ramadan 1447 Hijriah, murid-murid SD Negeri Parinring tetap mendapat Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
SD yang berada di Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu, merupakan salah satu sekolah penerima manfaat MBG, sejak Januari 2025.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"Murid-murid kami tetap menerima MBG, sama seperti sebelum puasa, tetapi yang berbeda hanya menunya saja, tidak ada menu basah," jelas Andi Etty Cahyani, Sabtu, 28 Februari 2026.
Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring itu menambahkan, pengantaran menu MBG itu hanya sekali dalam sehari, sama seperti hari-hari biasa.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatAndi Etty Cahyani lalu menyebut apa saja menu yang diterima murid-muridnya, sepekan terakhir, mulai Senin (23/2) hingga Sabtu (28/2).
Senin, kata Andi Etty, menu MBG-nya terdiri dari telur bebek, panada, dan kurma. Hari Selasa, menunya pawa (bakpao), puding, kacang koro, dan buah pir.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatSedangkan menu hari Rabu berupa susu, kue bolu, pisang, dan rambutan.
Pada hari Rabu, murid-murid belajar daring, sehingga orangtuanya diminta datang mengambil menu MBG anaknya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanKebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini merupakan kebijakan Pemkot Makassar lantaran hujan deras dan cuaca buruk melanda Makassar.
Sebagian kawasan bahkan dilanda banjir. Kebijakan belajar daring dilakukan hingga hari Sabtu ini.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla"Makanya kami meminta ibu atau ayah, atau anaknya datang ke sekolah ambil paket MBG-nya," ujar Andi Etty.
Pada hari Kamis, lanjutnya, menu MBG di sekolahnya terdiri dari martabak mini, donat, kurma, dan kacang telur."Kalau menu hari Jumat, pengantarannya dirapel dengan hari Sabtu," kata Andi Etty.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangHari Jumat menunya roti, susu, telur dan rambutan. Sementara jatah hari Sabtu berupa bolu kukus, telur, kacang, dan pisang.
Andi Etty Cahyani mengatakan, bila ada komplain dari orangtua siswa yang disertai bukti video, dia langsung teruskan ke pengelola MBG.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoDisampaikan, biasanya pihak pengelola responsif terhadap informasi yang disampaikan.
Pihak pengelola akan membalas melalui WhatsApp, seperti yang disampaikan pada hari Jumat (27/2), yang ditujukan kepada guru dan orang tua siswa.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Pihak pengelola, sebagaimana dijaprikan kepada Andi Etty selaku kepala sekolah, menyampaikan bahwa informasi terkait menu Makanan Bergizi (MBG) di tahun ini telah disusun dengan mempertimbangkan pengurangan Ultra-Processed Food (UPF) dan mengutamakan makanan khas lokal.
Dalam penjelasannya dikatakan, UPF adalah makanan yang mengandung berbagai zat aditif, seperti gula, garam, lemak tidak sehat, penyedap rasa, pemanis, pewarna, dan pengawet buatan.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke JakartaKonsumsi UPF yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (obesitas, stroke, kanker, diabetes, ginjal dan lainnya).
"Sesuai dengan surat edaran Badan Gizi Nasional Pusat, kami mengutamakan makanan lokal dan mengurangi pemberian makanan UPF serta mengandung gula tinggi. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa dan membentuk kebiasaan makan yang baik," begitu bunyi balasan dari pengelola.
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa SemenTujuan program MBG memang bertujuan mulia, yakni untuk meningkatkan kualitas SDM, mengatasi stunting, dan memacu ekonomi lokal menuju Indonesia Emas 2045. Red/RT