PUTRAINDONEWS.COM
TANGSEL - BANTEN | Pembangunan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang Selatan terkesan kurang perencanaan yang matang, pasalnya gedung yang baru diserahterimakan pada Desember 2019 lalu terlihat sudah kusam.
Dari pantauan di lapangan, kondisi gedung sudah mulai lusuh lantaran cat gedung yang mulai kotor. Hal tersebut terjadi lantaran air kerap merembes dari atas gedung.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"Banjir pak ini kalau hujan. Air rembes dari atas. Kalau enggak ditadangin ember mah banjir," ungkap salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya, Kamis (23/1/2020).
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel Agus Budi Darmawan mengatakan banyak kekurangan pada bangunan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel. Seperti kebocoran pada jendela saat hujan dan aliran air pada seluruh luar gedung yang mengakibatkan wajah gedung baru menjadi tampak kusam.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatSelain itu, gedung tersebut juga tidak dipersiapkan untuk instalasi pemasangan AC. Akibatnya, plafon berlubang cukup besar untuk jalur selang kompresor AC.
"Itu bocor dari atas. Bahkan instalasi Pemadam Kebakarannya tidak ada. Entah perencanaan pembangunannya bagaimana, silahkan tanya ke dinas terkait," paparnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatSeperti diketahui, pembangunan gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel dianggarkan dua kali yakni pada 2018 dan 2019. Pada 2018, pembangunan gedung ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 9,5 miliar.
Namun, pengerjaan pembangunan di tahun 2018 tidak selesai, maka pada tahun 2019 pembangunan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel kembali dilanjutkan dengan anggaran Rp 6,3 miliar. ( akew)
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan