Putraindonews.com - Jakarta | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyoroti tata kelola sampah di TPA Cipayung, Depok.
Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI Kevin Wisnumurthi mengatakan pihaknya menyoroti beberapa poin permasalahan yang kini ada dalam tata kelola persampahan Kota Depok.
Baca JugaJokowi Akhirnya Buktikan Ijazah di Pengadilan"Permasalahan utama yang kadung melanda adalah TPA Cipayung yang kini overload," kata Kevin dalam keterangan di Jakarta, Kamis (27/4).
Menurutnya, batas ideal daya tampung TPA Cipayung hanya 1,3 juta kubik, tetapi kini sampah telah mencapai 2,5 juta kubik. "Kondisi ini jelas membawa permasalahan karena beberapa kali terjadi longsor," katanya.
Baca JugaEks Kabareskrim Sebut Penyadapan Ilegal Bisa Tergolong MakarTimbulan sampah yang menumpuk pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti diare, akibat banyak lalat yang beterbangan, infeksi saluran pernapasan atas akibat tingginya kadar sulfur dioksida dan amina benzena, serta demam berdarah akibat tempat perindukan nyamuk Aedes aegypty.
BEM UI mengingatkan Pemkot Depok agar tidak bergantung dengan pemindahan lokasi TPA TPA Cipayung ke TPPAS Nambo. Red/HS
Baca JugaSetelah Penuh Drama, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPK