Putraindonews.com, Tangerang Selatan - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berupaya untuk meningkatkan kesiapan relawan masyarakat dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam menghadapi berbagai jenis bencana.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, Tagana diharapkan dapat lebih mengembangkan kemampuan dan kesiapan mereka dalam menanggulangi berbagai bentuk bencana.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat“Jadi, taruna siaga bencana (tagana) ini saya harap ke depannya akan lebih mengembangkan lagi kemampuan, kesiapannya dalam rangka menanggulangi bencana,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, ditulis Rabu (26/5/2024).
Benyamin menjelaskan, bencana yang harus diwaspadai bukan hanya bencana alam saja, tetapi harus dicegah lebih meluas terjadinya bencana sosial.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatBencana sosial yang disinggung oleh Benyamin adalah penyakit khusus demam berdarah, gelandangan dan pengemis, judi online, sabung ayam dan lain sebagainya.
“Sebelum terjadi bencana, kita harus tahu dan mengantisipasinya untuk mencegah bencana lebih luas lagi. Intinya adalah jika bisa satu orang kita selamatkan dalam bencana sosial ini, alhamdulillah. Tapi kalau bisa 5-10 orang, itu yang kita pikirkan gimana caranya,” terangnya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanDalam kesempatan yang sama, Kepala Dinsos Kota Tangsel Mohammad Ervin Ardani menambahkan, kegiatan hari ini bertujuan untuk mereview ulang tugas dan peran relawan masyarakat.
Semua peserta pelatihan ini akan diberikan ilmu yang mungkin pernah mereka dapatkan sebelumnya, mengenai berbagai macam hal yang harus mereka lakukan jika ada sinyal-sinyal akan terjadi bencana.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla“Jadi kita mereview ulang tugas relawan masyarakat. Kalo ada bencana mereka ngapain sih seharusnya, termasuk mereview Tagana karena sudah lama tidak training dan tidak diklat kan, ini mengingatkan mereka. Jadi peran mereka apa saja sih,” jelasnya.
Pelatihan ini dihadiri oleh 125 orang dari kecamatan dari kecamatan dan kelurahan serta perwakilan Tagana.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangErvin berharap melalui acara ini, para relawan dan perangkat daerah terkait bencana dapat satu frekuensi dalam menghadapi bencana. Ia juga berencana membuat SOP penanganan bencana bersama BPBD, mengingat peran Dinsos lebih berfokus pada penanganan pengungsian dan kebutuhan dasar saat bencana terjadi.
“Harapannya adalah mereka mereview tugas dan peran serta relawan ini lah, atau perangkat daerah terkait bencana. Kedua, biar kita satu frekuensi nih terkait bencana,” tutupnya.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoDengan upaya ini, diharapkan kesiap-siagaan Tagana dan relawan lainnya dapat meningkatkan kemampuan dan koordinasi dalam penanggulangan bencana, sehingga masalah dapat dicegah lebih awal dan ditangani dengan lebih efektif. Red/RY