Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Berangsur Surut, 2.300 Warga Kab. Gorontalo Terdampak Banjir

S Samsuddin 02 Oct 2021 0 komentar
Berangsur Surut, 2.300 Warga Kab. Gorontalo Terdampak Banjir

PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, berangsur surut. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat sehingga debit air beberapa sungai meluap pada Jumat malam (1/10), pukul 20.56 waktu setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo memonitor sekitar tiga jam setelah banjir, genangan berangsur-angsur surut. Fenomena ini disebabkan empat sungai tidak mampu menampung debit air hujan, yaitu Sungai Bulota, Biyonga, Uwabu dan Marisa.

Baca JugaHeboh! Warna Air Kolam Gunung Sindur Tiba-Tiba Berubah Jadi Merah

Kondisi tersebut menyebabkan 13 desa atau kelurahan yang tersebar di empat kecamatan terdampak.

Wilayah desa atau kelurahan yang terdampak yaitu Kelurahan Hunggaluwa, Tenilo, Hutuo, Kayubulan dan Bolihuanga di Kecamatan Limboto.

Baca JugaKapolri Dorong Polwan Kompetitif di Ajang IAWP yang Diikuti 43 Negara

Kemudian di Kecamatan Limboto Barat, desa terdampak di Yosonegoro, Tunggulo dan Haya-haya, sedangkan di Telaga dan Pulubala wilayah terdampak antara lain Desa Ulapato B, Dulamayo, Ulupato A, Talumelito dan Tuladenggi.

Sebanyak 2.300 warga terdampak di empat kecamatan tersebut. Dampak lain, BPBD Kabupaten Gorontalo juga mencatat jembatan rusak sebanyak 4 unit. Saat banjir terjadi, tinggi muka air berkisar 20 hingga 50 cm.

Baca JugaDukcapil Kota Blitar Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial

Pada saat banjir terjadi, BPBD telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, seperti evakuasi, pendataan korban terdampak, pendistribusian makan siap saji. Di beberapa titik petugas gabungan membantu warga untuk membersihkan material yang terbawa banjir.

Analisis inaRISK mengidentifikasi 17 kecamatan berpotensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Dari jumlah tersebut, beberapa wilayah terdampak termasuk ke dalam kecamatan yang berpotensi tersebut.

Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok Gontor

Sedangkan dilihat dari peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Gorontalo masih berpeluang hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada hari ini dan esok hari.

Berdasarkan data kejadian BNPB, sepanjang kurun waktu lima tahun (2015 – 2020) sebanyak 20 kejadian bencana banjir terjadi di Kabupaten Gorontalo. Jumlah korban meninggal dan hilang berjumlah lima jiwa pada periode waktu tersebut.

Baca JugaWacana ‘Black September’ Kembali Ramai di Publik

Masyarakat diminta waspada dan siaga tidak hanya pada bahaya banjir, tetapi juga tanah longsor. Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kabupaten Gorontalo juga rentan terhadap gerakan tanah.

Beberapa wilayah berpotensi di 12 kecamatan, dengan rincian 9 kecamatan pada kategori menengah, 2 pada menengah hingga tinggi, sedangkan 1 lainnya pada kategori tinggi, yaitu di Pulubala. Red/Ben

Baca JugaPemilik UMKM Mengaku Dipalak Sejuta per Hari di Jogja

Bagikan berita:

Berita Terkait