PUTRAINDONEWS.COM
JAKARTA | Indonesia hari ini berduka dengan wafatnya Presiden RI ke-3, BJ Habibie. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun.
Dengan seketika, jagat raya ramai memperbincangkannya terlebih media sosial. Baik dari ucapan belasungkawa maupun doa untuk Tokoh yang dikenal mempunyai kecerdasan di atas rata-rata tersebut.
Baca JugaRUU Kamla Dinilai Tak Punya Ruang, Soleman Ponto: Jangan Ulangi Perdebatan Dua DekadeSatu diantara yang berbelasungkawa adalah Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Tjandra Setiadji. Ia pun mengaku bersedih atas wafatnya BJ Habibie.
"IMO-Indonesia secara kelembagaan maupun pribadi antar pengurus turut berbelasungkawa atas meninggalnya BJ Habibie", terang Andy sapaan akrabnya itu.
Baca JugaOperasi Tim SAR Ditutup, Keluarga Jurnalis yang Hilang Gelar Tabur BungaBagi Andy, BJ Habibie adalah guru Bangsa. Bukan karena pernah menjabat Presiden, tetapi karena tauladan yang diberikan untuk rakyat Indonesia selama hidupnya.
"Beliau guru bangsa dan dengan ke-jeniusannya, Indonesia bisa menjadi Negara yang diperhatikan dalam kancah dunia," tambah Andy yang juga Praktisi Hukum itu.
Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri MukaSebagaimana dikabarkan, BJ Habibie meninggal dunia pada hari ini, Rabu 11/09/2019. Kabar soal meninggalnya BJ Habibie disampaikan oleh Kepala RSPAD Dr Terawan. "Benar, pukul 18.05 WIB," ujarnya.
Cucu keponakan BJ Habibie, Melanie Subono, juga mem-posting soal kepergian BJ Habibie di akun medsosnya. Sehingga kabar tersebut bukanlah hoax.
Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan MonitoringAndy mengajak lapisan masyarakat untuk mendoakan Almarhum dan jasa-jasanya dapat menjadi ilmu yang terus dilanjutkan oleh generasi setelahnya.
"Semoga beliau mendapatkan tempat yang baik disisi-Nya," pungkas Andy. (**)
Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta