Putraindonews.com, Jakarta – Pengujian terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ratusan siswa di SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga bocor dan viral di media sosial per Selasa (8/9).
Berdasarkan dokumen hasil pengujian resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Karo yang telah terbit sejak 16 Agustus 2026 lalu, dilaporkan bahwa menu santap siang yang dikonsumsi para siswa pada Kamis (13/8/2026) terbukti positif terkontaminasi oleh tiga jenis bakteri patogen berbahaya secara serempak.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatHal yang mengejutkan adalah bahwa kontaminasi mikrobiologis ini tidak hanya ditemukan pada lauk olahan hewani, tapi juga ditemukan merata mulai dari sajian nasi putih, olahan ikan dencis balado, hingga potongan buah melon segar.
Kebocoran data medis tersebut pertama kali terkuak ke ruang publik melalui utas akun Threads @stepanus_purba pada Selasa (8/9/2026).
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaDalam unggahan tersebut, disertakan bukti foto berkas pengujian mikrobiologi yang diterbitkan oleh laboratorium rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
Kutipan Utas Akun Threads (@stepanus_purba): "Kandungan racun MBG yang dikonsumsi ratusan siswa di Berastagi. Ironis, ternyata bukan hanya ikan yang terkandung bakteri tapi juga buah melon serta nasi yang dikonsumsi anak-anak juga terkandung bakteri. Anehnya hasil pemeriksaan yang keluar pada tanggal 16 Agustus 2026 lalu ini tidak pernah dipublish oleh Pemkab Karo dan BGN." Red/HS
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang