Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Buka Musrenbangcam Satar Mese Barat, Wabup Manggarai Prioritaskan Pembangunan Jembatan Wae Maras

S Samsuddin • 16 Mar 2022 • 0 komentar
Buka Musrenbangcam Satar Mese Barat, Wabup Manggarai Prioritaskan Pembangunan Jembatan Wae Maras

***

Putraindonews.com - NTT | Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, S.H. membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (RKPD) Kabupaten Manggarai Tingkat Kecamatan Satar Mese Barat T.A. 2023 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Satar Mese Barat di Narang Pada Selasa, 15/03/22.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Edi Rihi, Para Pimpinan Perangkat Daerah, Unsur Forkopimcam Satar Mese Barat, Para Kepala Desa, Para Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, perwakilan kelompok difabel, tokoh perempuan, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Dalam sambutannya Wakil Bupati Heri menyampaikan bahwa Musrenbang ini dilaksanakan agar setiap elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyusun perencanaan pembangunan yang mengutamakan kesejahteraan bersama dan dapat menyukseskan visi misi Pemerintah Manggarai yang adil, maju, dan berdaya saing.

Wabup Heri menyampaikan sebagian besar wilayah Satar Mese Raya, termasuk Satar Mese Barat, memiliki potensi agraris yang besar. Karena itu, dirinya menekankan pentingnya diskusi dari seluruh elemen masyarakat untuk memajukan potensi-potensi ini khususnya dalam bidang pertanian, perkebunan, maupun hortikultura.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

"Satar Mese Barat merupakan suatu kawasan yang memiliki banyak potensi, di bidang pertanian, perkebunan, dan hortikultura. Maka setiap tahun kita berpikir untuk merespons kebutuhan masyarakat ini."

Selain itu, ucap Wabup Heri, potensi yang paling menjanjikan di Satar Mese Barat adalah kawasan pariwisata Wae Rebo. Karena itu, dirinya mengatakan bahwa pengelolaan kawasan pariwisata itu harus dilakukan secara profesional sehingga membuat wisatawan merasa nyaman.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Pemerintah Kecamatan, Desa, hingga Dusun memiliki tanggung jawab untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait serangkaian perilaku atau sikap yang dapat membuat wisatawan enggan datang ke Wae Rebo.

"Penataan pariwisata sebagian dari pemerintah daerah. Tugas kita semua adalah mengedukasi. Kalau manajemennya bagus uang akan mengalir. Pelan-pelan kita mencari bentuk," ucapnya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Pada kesempatan lain, Camat Satar Mese Barat Fransiskus Janggut menyampaikan bahwa dalam Musrenbangcam tahun ini, Kecamatan mengajukan 148 usulan. Dari 148 usulan yang disampaikan, ungkapnya, prioritas nomor satu adalah pembangunan jembatan Wae Maras, karena menjadi jalur kunci yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Satar Mese Barat.

Putusnya jalur itu, tuturnya, menyebabkan pasar yang ada di Desa Terong sulit diakses sehingga membuat pasar yang didirikan pada tahun 2020 yang lalu itu tidak berfungsi.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Pada 2020 lalu, rencana pembangunan jembatan dibatalkan akibat meningkatnya wabah COVID-19 yang mengharuskan pemerintah untuk melakukan refocusing.

"Karena itu, kami mohon, kiranya jembatan Wae Maras ini dibangun pada Tahun 2023 yang akan datang. Karena di samping itu juga ada Pasar Inpres Terong yang tidak dimanfaatkan karena (tidak dibangunnya) jembatan itu merupakan penghalang untuk memasuki kawasan pasar tersebut," ucapnya. Red/Ben

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo ***

Bagikan berita:

Berita Terkait