Putraindonews.com. Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang mempersiapkan program stimulus perekonomian hingga akhir 2025, salah satunya dengan penyaluran program bantuan sosial.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa bansos itu akan terus digelontorkan pada sisa akhir tahun ini, yakni November-Desember 2025.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online"Semua baru digelontorkan menuju November-Desember 2025," ujar Airlangga di Istana Negara, Jakarta.
Bansos yang dirilis akhir tahun ini meliputi Program Keluarga Harapan atau PKH tahap 4. Program bansos ini berupa uang kepada keluarga miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial berdasarkan penetapan pejabat yang menangani pelaksanaan PKH.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatUntuk kategori penerima dan Indeks PKH umumnya melingkupi keluarga yang tergolong sangat miskin dan memiliki beberapa kategori, seperti ibu hamil/nifas, anak-anak sekolah (SD, SMP, SMA/sederajat), penyandang disabilitas berat, dan lansia.
Penerima manfaat wajib memenuhi persyaratan dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang sudah dirubah menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatUntuk memastikan apakah Anda termasuk ke dalam pihak penerima bansos ini dapat melakukan cek di laman resmi Kemensos https://cekbansos.kemensos.go.id/. Bila tidak termasuk penerima bansos ini akan muncul notifikasi "Tidak Terdaftar Peserta/PM).
Berikut adalah nominal bantuan PKH dengan rincian bantuan PKH yang cair tiap tiga bulan:
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap - Anak usia dini: Rp750.000 per tahap - Anak SD: Rp225.000 per tahap - Anak SMP: Rp375.000 per tahap - Anak SMA: Rp500.000 per tahap - Lansia dan disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Selain PKH, adapula bantuan langsung tunai sementara atau BLTS senilai Rp 900 ribu secara total untuk keperluan tiga bulan. Program ini menyasar 4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari target total penerima bansos sebanyak 35 juta KPM.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaBLTS dengan total nilai Rp31,54 triliun akan difokuskan untuk KPM di desil 1 sampai 4 DTSEN. Rinciannya sebesar Rp 300 ribu per bulan untuk tiga bulan, yang akan dicairkan sekaligus sebesar Rp 900 ribu.
Adapula program bansos dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai alias BPNT tahap 4 yang cair pada akhir tahun ini. Bantuan ini diberikan dalam bentuk bahan pangan pokok senilai Rp200.000 per bulan selama tiga bulan. Sehingga penerimaan akan mengantongi dana Rp 600.000, tergantung jadwal distribusi tiap daerah.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangTerakhir, bansos yang digelontorkan pada akhir tahun ini, tepatnya sejak Oktober-November 2025 ialah bantuan beras 10 kg ditambah minyak goreng 2 liter. Dengan demikian, untuk dua bulan penyaluran, Oktober dan November, setiap penerima akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Red/HS