Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Ciptakan Lapangan Kerja, Pemda  Didorong Identifikasi Potensi Pariwisata dan Ekraf

S Samsuddin • 27 Dec 2021 • 0 komentar
Ciptakan Lapangan Kerja, Pemda  Didorong Identifikasi Potensi Pariwisata dan Ekraf

***

Putraindonews.com - Jakarta | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pemerintah daerah melakukan identifikasi berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya sekaligus memperkuat pengembangan potensi sumber daya manusia (SDM) dalam upaya penciptaan lapangan kerja.

Sehingga dapat menunjukkan nilai-nilai optimisme bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan bangkit dan menggerakan ekonomi.

Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca Penyadapan

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat acara KolaborAksi dengan perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), Kabupaten Sula (Maluku Utara) dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah), Jumat (24/12/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

"Pariwisata bisa dijadikan lokomotif. Kami melihat bahwa pariwisata menjangkau daerah yang terpencil, menimbulkan _multiplier effect_ yang cukup luas untuk membuka lapangan kerja," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke Makar

Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Natuna Wan Siswandi, Bupati Sula Fifian Adeningsih Mus dan Sekda Rusli Moidady. Sementara dari Kemenparekraf turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; serta Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, meminta kepala daerah agar menyiapkan konten promosi wisata di daerahnya untuk dapat dipromosikan melalui akun media sosial yang dimiliki Kemenparekraf. Diantaranya @indtravel, dan @pesonaid travel. Sebab, cara tersebut dinilai efektif dalam memasarkan produk pariwisata dan ekonomi kreatif ke wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara.

Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar Palolo

"Kami dari Deputi Pemasaran akan mendukung lebih intens. Oleh karena itu kami ingin meminta bantuan bapak ibu untuk menyiapkan konten video TVC durasi 30 detik, 1 menit, kemudian juga digital yang bisa kami publikasikan di akun media sosial kami," ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu juga menyambut baik rencana kolaboraksi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Khususnya untuk pengembangan destinasi wisata yang ada di daerah agar lebih memiliki daya saing.

Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSI

“Tiga daerah ini memiliki potensi wisata bahari. Dan ini sangat cocok untuk dilakukan pengembangan desa wisata berbasis bahari. Karena keindahan alamnya sudah tidak diragukan lagi,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Rizki Handayani Mustafa mengaku siap mendukung untuk penyelenggaraan kegiatan sebagai salah satu upaya menarik wisatawan datang ke daerah tersebut.

Baca JugaGunung Semeru Muntahkan Awan Panas

“Kita berharap daerah mengusulkan event-event apa saja yang akan diselenggarakan selama satu tahun kedepan. Dan diharapkan penyelenggaran event dilaksanakan pada semester pertama, lantaran faktor cuaca saat akhir tahun tidak bisa terduga,” ujarnya.

Bupati Natuna Wan Siswandi menjelaskan, Natuna dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo memiliki 5 pilar yaitu Pertahanan, Pariwisata, Kelautan, Migas dan Lingkungan Hidup.

Baca JugaPemerintah Rencana Buka Tes CPNS Tahun Ini

“Natuna itu memang daerah terluar berbatasan dengan sembilan negara. Natuna sudah ada geopark yang sudah diakui oleh nasional yang kita dorong untuk UNESCO. Kami berharap gaung Natuna lebih dikenal lagi dari sisi wisata. Untuk itu harus ada event nasional yang tentunya dihadiri oleh pak menteri,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Sula menjelaskan, pihaknya akan menggelar Festival Tanjung Waka pada tanggal 18-22 Desember 2021, namun diundur ke 25-28 Februari 2022 lantaran cuaca yang kurang bagus. Mengusung konsep Edu-Ekowisata, festival ini akan menampilkan beragam warisan kebudayaan lokal melalui konservasi ekosistem dan budaya menuju pariwisata berkelanjutan.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

“Di Sula akan bebas sampah plastik 2024. Festival ini akan menjadi peluang baik untuk mempromosikan sektor pariwisata, khususnya pengembangan Community Based Tourism (pariwisata berbasis masyarakat) di Kepulauan Sula. Ada juga Coklat Sulamina yang menjadi produk ekonomi kreatif khas lokal,” katanya. Red/Ben ***

Bagikan berita:

Berita Terkait