Putraindonews.com, Jakarta – Kondisi kurang kondusif terjadi di Pelabuhan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) yang diduga berawal dari aksi pengeroyokan oleh lima oknum anggota TNI AL terhadap seorang guru SMK berinisial BS.
Imbas pengeroyokan tersebut, memicu aksi demonstrasi hingga berujung ricuh di Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane Talaud.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineDilansir dari detikSulsel, peristiwa pengeroyokan itu terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane, Kepulauan Talaud, Kamis (22/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban kala itu sedang memancing di lokasi bersama rekannya.
"Korban sedang memancing di pelabuhan bersama teman-teman dan merasa terganggu oleh anggota Lanal yang mabuk, mereka berteriak-teriak memaki," kata tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, dikutip dari detikSulsel, Minggu (25/1).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatKorban pun menegur oknum TNI AL tersebut karena dianggap mengganggu kenyamanan para pemancing di pelabuhan. Sayangnya teguran korban membuat pelaku kesal.
"Tak terima ditegur anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur," jelas Godfried. Red/HS
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat