Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

DITARGETKAN RAMPUNG 2024, Jokowi Akan Resmikan PLTB Terbesar di Indonesia

S Samsuddin 12 Sep 2021 0 komentar
DITARGETKAN RAMPUNG 2024, Jokowi Akan Resmikan PLTB Terbesar di Indonesia

PUTRAINDONEWS.COM

Sukabumi - Jabar | Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terbesar di Indonesia yang bakal dibangun di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditargetkan kelar pada 2024 dan dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebelum masa jabatannya berakhir.

Proyek PLTB Sukabumi berkapasitas 150 MW ini akan dibangun oleh perusahaan multinasional UPC Renewables yang sebelumnya telah berhasil membangun kincir angin pertama di Indonesia, PLTB Sidrap, di Sulawesi Selatan.

Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote Speaker

Proyek PLTB Sukabumi 150 MW ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Provinsi Jawa Barat pada 2020 dan direkomendasikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta didukung oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendorong percepatan proses pengadaan yang akan dilakukan oleh PLN pada akhir 2021.

Dukungan terhadap proyek PLTB Sukabumi ini juga mendapat perhatian lebih, menyusul kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ke lokasi usulan proyek di perbuktikan Ciemas yang didampingi oleh perwakilan senior UPC Renewables pada Rabu, 8 September 2021.

Baca JugaIMO-Indonesia DPW Sumut Bakal Gelar Do'a Bersama Untuk Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan GAK

Dalam kunjungannya, Uu menyampaikan harapan yang kuat agar pembangunan kincir angin ini dapat segera dilaksanakan sehingga investasi energi terbarukan dapat segera direalisasikan dan dioperasikan sesegera mungkin.

“PLTB Sukabumi ini kemungkinan akan menjadi PLTB terbesar di Asia Tenggara; ini anugerah dari Allah SWT karena Jawa Barat punya potensi luar biasa, maka kami tinggal menagih saja (ke Presiden Jokowi)," terang Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Baca JugaPencarian Lima Jurnalis Terus Berlanjut, Nelayan Gelar 'Nyiar Buhun'

Dia juga menambahkan proyek PLTB terbesar di Indonesia tersebut bisa menyerap ribuan tenaga kerja yang bisa mendongkrak perekonomian warga setempat berkaitan dengan pemanfaatan objek wisata.

Lebih dari 1.000 pekerja terlibat selama pengembangan dan konstruksi; dan sekitar 300 orang yang terlibat selama operasi, pasokan barang dan jasa lokal. Ditambah pemanfaatan sebagai obyek wisata maka akan ada lagi tambahan tenaga kerja dan lapangan usaha” lanjut Uu.

Baca JugaUsut Kasus Keracunan MBG, Dewan Minta Polisi Bertindak Tanpa Menunggu Laporan

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong agar Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Jawa Barat segera diterbitkan, di mana PLTB Sukabumi diusulkan sebagai proyek Prioritas 1 atau P1 setelah ditelaah secara detail dari seluruh kajian komprehensif yang dilakukan sejak penandatanganan MoU di Washington DC pada 2015 yang disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi yang secara khusus merujuk pada PLTB Sukabumi.

Dalam pidato Presiden Jokowi pada peresmian PLTB Sidrap, yang video resminya diunggah di YouTube pada Juli 2018, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa salah satu ladang angin berikutnya yang akan ditambahkan ke jaringan kelistrikan di Indonesia akan dibangun di Sukabumi.

Baca JugaPurbaya Sempat Terlibat Ketegangan dengan Danantara Sebelum Dicopot

“Proyek PLTB senilai 3,3 triliun Rupiah ini tidak hanya menggabungkan potensi angin yang besar dan memberikan manfaat ekonomi serta dampak positif yang berkelanjutan namun juga menyediakan manfaat atas kegiatan rantai pasokan lokal serta pariwisata dan olahraga adrenalin yang akan tumbuh,” ujar Kalla Primista, Senior Development Manager UPC.

Sesuai MoU yang ditandatangani dengan PLN pada tahun 2015 di Washington DC yang disaksikan oleh Presiden Jokowi, proyek ini akan menyumbang produksi listrik energi angin yang bersih dan terbarukan untuk jaringan kelistrikan Jawa-Bali dan membantu program pemerintah untuk mencapai target bauran energi terbarukan dalam bauran energi primer nasional menjadi sebesar 23% pada tahun 2025.

Baca JugaPurbaya Kaget, Dicopot di Tengah Rapat DPD RI

PLTB Sukabumi juga diusulkan sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, layak didanai, dan terletak di Jawa Barat sehingga mampu memasok listrik bebas polusi ke jaringan Jawa – Madura dan Bali.

Hal ini juga menyusul dengan cepatnya pertumbuhan permintaan perusahaan multinasional atas akses ke pasokan energi terbarukan. Keberadaan Proyek ini akan dapat membantu masyarakat di tingkat nasional (JawaBali) dengan mendorong masuknya investasi yang memerlukan pasokan energi terbarukan.

Baca JugaBreaking News! Menkeu Purbaya Resmi Digantikan Suahasil Nazara

Sementara itu, promosi PLTB Sukabumi sebagai destinasi wisata baru akan mengintegrasikan keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan budaya bagi masyarakat lokal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dan kepada semua pengunjung Geopark Ciletuh Palabuhanratu UNESCO (CPUGGp), baik domestik maupun internasional.

“Ini merupakan sebuah kombinasi kesempatan kelas dunia, sinergis, berkelanjutan dan dapat diimplementasikan – dan kami di UPC berharap Proyek ini dapat diselesaikan dan diresmikan pada atau sebelum 2024,” kata Kalla. Red/Ben

Baca JugaHarga Rumah Jakarta Selatan Agustus 2026: Median Rp9,5 miliar, Jagakarsa Pimpin Pencarian

Bagikan berita:

Berita Terkait