Putraindonews.com, Jakarta – Pasokan minyak dunia saat ini sedang terganggu imbas perang yang berlangsung di Timur Tengah (Timteng) yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Penutupan Selat Hormuz yang menjadi gerbang bagi distribusi 20 persen minyak dunia menjadi salah satu penyebab di balik terganggunya rantai pasok minyak dunia.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatSituasi tersebut membuat negar-negara di dunia yang mengandalkan pasokan minyak dari Timteng harus putar otak untuk mendapatkan sumber pasokan lain demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, termasuk Indonesia.
Rusia, kini menjadi salah satu negara pengekspor minyak dunia yang menjadi alternatif. Indonesia bahkan telah berencana untuk mendapatkan pasokan minyak dari negara tersebut.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaNamun, wacana bahwa aka nada diskon dari Rusia untuk negara-negara yang membeli langsung minyak Rusia, termasuk Indonesia, telah ditepis oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov.
Ia mengatakan, tidak ada diskon untuk pembelian minyak dari negaranya, termasuk untuk Indonesia yang sedang menjajal kerja sama membeli minyak dari Rusia.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangMenurutnya, pemerintah Rusia tidak menjual minyak, karena itu pembelian minyak dilakukan dengan skema business to business (B2B) antara perusahaan minyak di Rusia dan perusahaan minyak di Indonesia.
"Cukup banyak negara saya mendengar, bisakah Anda menjual minyak kepada kami dengan harga kawan?," ucap Sergei di Kantor Radio Sonora, Jakarta, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (16/4). Red/HS
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo