Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Era Disrupsi, ESDM ; ASN Harus Dinamis dan Adaptif

S Samsuddin 11 Sep 2021 0 komentar
Era Disrupsi, ESDM ; ASN Harus Dinamis dan Adaptif

PUTRAINDONEWS.COM

Jakarta | Di era disrupsi dunia saat ini yang dikenal istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) memerlukan peran ASN yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kemampuan berpikir dan memahami keadaan dengan cepat atau Agility Skill.

Pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) pun menjadi keniscayaan untuk mewujudkan visi Presiden Jokowi yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan asas gotong royong.

Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak Pembatas

Hal ini disampaikan Kepala Pusat PPSDM Aparatur Susetyo Edi Prabowo dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Forum ASN Internasional Terkait Penulisan Artikel Pada Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi, Kamis (9/9).

"Dalam rangka mengembangkan kompetensi dan membangun pola pikir ASN yang adaptif dan agile, organisasi harus menumbuhkan keterlibatan pegawai dan juga membenahi struktur organisasi.

Baca JugaRibuan Pelajar di Jayawijaya Gelar Aksi Tolak MBG

Oleh karena itu PPSDM Aparatur menyelenggarakan acara Sosialisasi Forum ASN Internasional Terkait Penulisan Artikel Pada Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi ini," ujar Susetyo.

"Tujuan dari acara sosialisasi ini adalah menumbuhkan semangat menulis dan turut serta berperan aktif dalam pembangunan pola pikir ASN yang adaptif dan Agile serta berwawasan global," Susetyo menambahkan.

Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote Speaker

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM Muhammad Rizwi menyatakan hal yang sama, Presiden menginginkan SDM Apartur yang dapat bekerja keras melayani masyarakat, dinamis, trampil serta memiliki kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Acara sosialisasi ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan profesionalisme Aparatur Sipil Negara serta mampu memunculkan terobosan baru dan meniru pola-pola organisasi yang lebih lincah, dinamis dan bersifat fleksibel sehingga menjadi birokrat yang responsif," ungkap Rizwi.

Baca JugaIMO-Indonesia DPW Sumut Bakal Gelar Do'a Bersama Untuk Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan GAK

Target dan output dari kegiatan ini bisa tersampaikannya informasi serta kesadaran akan pentingnya profesionalitas dalam rangka mewujudkan suatu sistem pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa atau good government serta mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien perlu didukung dengan adanya profesionalitas dari ASN.

"Diharapkan juga dari acara ini akan timbul kesadaran pentingnya publikasi ilmiah bagi pejabat fungsional yang dapat dimaknai sebagai sebagai upaya untuk menyebar luaskan suatu karya pemikiran seseorang atau sekelompok orang dalam dalam bentuk laporan penelitian, makalah, buku atau artikel yang bersifat ilmiah," jelas Rizwi.

Baca JugaPencarian Lima Jurnalis Terus Berlanjut, Nelayan Gelar 'Nyiar Buhun'

Sementara itu masih ditempat yang sama, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wawan Supriatna menambahkan, "Di BPSDM itu, karya tulis ilmiah itu sudah menjadi salah KPI di setiap satker karena disadari benar bahwa sebagai suatu institusi yang bertanggung jawab didalam kerangka pengembangan kompetensi ya harus menjadi leading dari suatu produk-produk yang harusnya inovatif terhadap kondisi yang dibutuhkan saat ini".

Jabatan fungsional itu menjadi engine sehingga produktivitas karya tulis ilmiah itu tidak hanya sekedar memenuhi pengembangan profesi jabatan, untuk melengkapi atau memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan yang dipersyaratkan dengan peraturan tertuang dalam Peraturan Menteri PAN RB nomor 13 tahun 2019.

Baca JugaUsut Kasus Keracunan MBG, Dewan Minta Polisi Bertindak Tanpa Menunggu Laporan

Wawan berharap para ASN memiliki perubahan mainset tidak hanya memuhi kewajiban saja tetapi kita rubah untuk dapat memberikan kontribusi yang terbesar bagi bangsa dan negara ini melalui perannya masing-masing khususnya jabatan fungsional tertentu melalui sebuah produk penelitian.

"Kalau itu saja yang menjadi orientasi itu hanya sampai tunai sebuah kewajiban atau melaksanakan kewajiban, kita belum sampai pada posisi yang lebih jauh yang sebenarnya diharapkan dapat memberikan peran terbesar untuk mendorong agar kita bisa berbagi pengetahuan, pengalaman melalui bukti-bukti tulisan yang levelnya tidak hanya sekedar kepada skala yang tidak dikenal tetapi harus minimal skala. Red/Ben

Baca JugaPurbaya Sempat Terlibat Ketegangan dengan Danantara Sebelum Dicopot

Bagikan berita:

Berita Terkait