Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Esensi Isra' Mi'raj, Firli Bahuri ; Jadikan KPK Sebagai Motor Penggerak Amar Ma'ruf Nahi Munkar

S Samsuddin • 28 Feb 2022 • 0 komentar
Esensi Isra' Mi'raj, Firli Bahuri ; Jadikan KPK Sebagai Motor Penggerak Amar Ma'ruf Nahi Munkar

***

Putraindonews.com - Jakarta | Hari ini, Senin 28 Februari 2022, segenap umat muslim dunia khususnya di tanah air, kembali memperingati Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW.

Bukan sekedar peristiwa yang sarat nilai-nilai ketuhanan, agama, ibadah dan spiritual semata, namun Isra’ Mi’raj ternyata menyimpan banyak hikmah serta tauladan yang baik, sebagai manifestasi kualitas kehidupan umat manusia di dunia, ujar ketua KPK Firli Bahuri dalam rilisnya yang diteria redaksi, Senin 28/02/22 pagi.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Jika dipahami dengan baik, Isra' sejatinya merupakan simbol akidah/aqidah, bentuk nyata keyakinan seorang hamba terhadap peristiwa spiritual yang menunjukkan bukti-bukti keesaan Allah SWT.

Sementara Mi'raj, seyogianya memberikan pemahaman bagi kita semua bahwasanya segala sesuatu yang kita lakukan di dunia fana ini, pada akhirnya harus dipertanggungjawaban, di hadapan Allah SWT.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Tidak berlebihan rasanya jika kita menyimpulkan bahwasanya Isra' Mi'raj merupakan infrastruktur sekaligus pondasi utama serta guidance bagi pembentukkan akhlak dan kemajuan peradaban umat manusia, ungkapnya

Pembentukan akhlak seyogianya harus sejalan dengan kemajuan peradaban, agar umat manusia tidak kehilangan sisi-sisi kemanusiaannya serta nilai-nilai kejujuran, keadilan,  kedamaian, budaya, moral, etika dalam balutan kesederhanaan sebagai hamba-Nya didunia fana ini.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Esensi lainnya yang dapat digali dari peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW adalah nilai-nilai amar ma'ruf nahi munkar yang senantiasa diajarkan serta diperlihatkan selalu oleh Baginda Rasulullah SAW dalam keseharian beliau, semasa hidupnya di dunia.

Amar ma'ruf nahi munkar memiliki arti melakukan sesuatu kebaikan dan mencegah terjadinya kejahatan, seyogianya dapat kita lakukan semaksimal mungkin, yaitu dengan menjalankan tugas pokok fungsi peran dan kewajiban jika memiliki jabatan, dengan lisan atau perkataan, dan  minimal diniatkan serta diucapkan dalam hati, kata Firli.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Biasanya, orang yang menerapkan prinsip amar ma'ruf nahi munkar akan melaksanakan rencana-rencana perbaikan moral, etika dan akhlak, serta mencegah diri dan lingkungan sekitarnya dari kejahatan yang merusak, salah satunya korupsi dan perilaku koruptif.

Dalam konteks ini, banyak yang mengibaratkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai motor penggerak amar ma'ruf nahi munkar, mengingat KPK selama ini dipandang telah melakukan amar ma'ruf, yaitu melakukan tindakan tindakan pencegahan supaya tidak terjadi korupsi, dan nahi munkar yang dilihat dari kerasnya tindakan kami saat menjerat koruptor serta mengirimnya ke dalam jeruji besi.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Pandangan publik ini kami anggap sebagai suplemen khusus penambah energi bagi setiap insan KPK, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia.

Meskipun demikian, dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwasanya tugas mulia memberantas korupsi yang telah berurat akar direpublik ini, tidak akan efektif, terukur, cepat, tepat dan efisien tanpa peranserta, dukungan dan keterlibatan dari segenap eksponen bangsa di NKRI.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Perlu diingat, penanganan korupsi sebagai salah satu kejahatan kemanusiaan luar biasa (extra ordinary crime) di NKRI, tidak dapat dilakoni oleh hanya satu lembaga apalagi satu orang karenanya perlu keterlibatan segenap anak bangsa dan seluruh kamar kamar kekuasaan , legislatif, ekaekutif , yudikatif dan partai politik.

Pemberantasan korupsi akan lebih berhasil guna dan berdaya guna, jikalau budaya antikorupsi sudah terbentuk dan mapan terbangun dalam setiap hati sanubari segenap penyelenggara negara, anak bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Katenya kami tak henti-hentinya selalu mengajak bahwasanya perubahan mindset dan culture set budaya ANTIKORUPSI, adalah hal utama untuk membentuk peradaban ANTIKORUPSI di bumi pertiwi.

Semoga esensi dan nilai-nilai Isra' Mi'raj, senantiasa memberikan spirit bagi segenap anak bangsa di NKRI dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, melawan laten korupsi serta perilaku koruptif di bumi pertiwi, demi terwujudnya kesejahteraan sekaligus kemakmuran bagi seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, menjadikan NKRI negeri bebas dari kejahatan korupsi, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote. Tutup Red/Ben

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta ***

Bagikan berita:

Berita Terkait