Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Esensi serta Hikmah Ramadhan, H. Firli Bahuri ; Mampu Mengontrol Hawa Nafsu Khususnya Ketamakan

S Samsuddin 09 Apr 2022 0 komentar
Esensi serta Hikmah Ramadhan, H. Firli Bahuri ; Mampu Mengontrol Hawa Nafsu Khususnya Ketamakan

***

Putraindonews.com - Jakarta | Syukur Alhamdulillah, hari-hari indah Ramadhan, bulan penuh nikmat, rahmat, berkah, hidayah serta inayah dari Allah SWT, dapat kembali kita nikmati bersama tiap detiknya sampai tiba waktunya Idul Fitri, Hari Kemenangan yang sejatinya adalah kemenangan bagi segenap umat manusia di dunia.

Layaknya semburat mentari pagi yang hangat, teduh menyuluh hati, jiwa dan raga, Ramadhan senantiasa menggugah kesejukan, kenyamanan dan menciptakan atmosfer kedamaian bagi umat manusia dan seluruh alam semesta.

Baca JugaTampil Bersama Anita Veronica, 2Langit Siap Meriahkan Bangka Barat

Bukan hanya penuh berkah, ampunan, dan rahmat yang berlimpah, Ramadhan sebagai Syahrul Tarbigah (bulan pendidikan), tentunya sarat dengan nilai-nilai kehidupan serta tauladan baik, sehingga kita seyogianya menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk mendidik jiwa, serta meneguhkan integritas dalam perang melawan hawa nafsu di fananya dunia ini. Ujar Ketua KPK H. Firli Bahuri Sabtu, 9/4/22 Pagi

Namun sayangnya, lanjut Firli.... tidak sedikit oknum penyelenggara negara, pejabat, kepala daerah, politisi, dan oknum penegak hukum dinegeri ini yang terdidik ilmu pengetahuan dan agama dengan baik, tetapi tak sepenuhnya menjiwai nilai esoteris dari hikmah puasa Ramadan, yang tak lain adalah ketaqwaan.

Baca JugaMy One Band Siap Keliling Borneo, Bawa Karya dari Banjarmasin

Sungguh ironis, di satu sisi mereka termasuk kaum terpelajar, memiliki akses pengetahuan yang memadai dan mengerti ajaran agama, namun sangat minim bahkan tidak memiliki integritas yang luhur, jauh dari kata berbudi karena gemar mengais harta dengan cara batil, yakni korupsi.

Seyogianya mereka adalah teladan bagi anak bangsa dinegeri ini. Namun defisit akhlak, moral dan etika telah menggiring serta mereka ke dalam barisan kelam, barisan para koruptor. Keterlibatan kaum terpelajar dalam kubangan korupsi bukan isapan jempol belaka, mengingat hal ini memang nyata dan benar adanya.

Baca JugaMaestro Elly Luthan Tampil sebagai Calon Arang dalam Pertunjukan Tari Kontemporer

Tak pernah puas dan selalu merasa kurang atas nikmat rezeki dan harta yang dimilikinya, para koruptor telah kehilangan sisi-sisi kemanusiaan, kini berperangi layaknya binatang, se-ekor tikus yang tak lagi memiliki rasa malu, dosa, simpati apalagi empati saat memakan uang rakyat, untuk memenuhi rasa laparnya yang tak kunjung usai, ungkap Firli.

IklanBuku 2

Lihat saja para koruptor yang kami cokok, sebagian besar dari mereka menyandang gelar sarjana, S1, S2, S3 bahkan Profesor. Tanpa mengecilkan peran para pendidik, kita harus berani jujur bahwasanya hari-hari ini bangsa ini masih menyaksikan hal berbeda nan tercela dari oknum kaum terpelajar tersebut, yang kontradiktif dengan tujuan dan cita-cita pendidikan itu sendiri.

Baca JugaLaras Gartiana Bicara Soal Self-Worth Lewat Single “Cuma Aku yang Rasa”

Melihat hal ini, KPK memandang perlu mendesain pendidikan di republik ini agar tetap memiliki integritas yang berakhlakul karimah, dengan mengajarkan idealisme yang sarat dengan nilai-nilai ANTIKORUPSI yakni kesederhanaan, kejujuran dan rasa tanggung jawab tinggi, untuk membentuk karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa ANTIKORUPSI.

KPK melihat pola pendidikan yang saat ini lebih banyak mengandalkan porsi pengajaran dan pembelajaran yang bermuara pada peningkatan akal, jasmani, serta keterampilan, dan itu tidak salah.

Baca JugaMuncul Kabar 'Kangen Band' Bubar, Andika Mahesa Berencana ke Jakarta

Namun pola pendidikan tersebut seyogianya dapat ditambahkan unsur dan nilai-nilai ANTIKORUPSI sejak dini, mulai dari usia anak Kelompok Bermain (KB) hingga Mahasiswa dan berlanjut sampai mereka bekerja, untuk membentuk sekaligus menjaga karakter anak bangsa ANTIKORUPSI.

Berbicara tentang hikmah puasa di Bulan Ramadhan, tentu memiliki esensi dan pandangan multidimensi yang positif, bagi siapapun yang menghayati, memahami dan mencerna dengan baik nilai-nilai puasa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca JugaAnak Artis Berinisial BP Dilaporkan terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Hikmah puasa menurut orang-orang yang beriman adalah untuk menggapai ketaqwaan, dimana ketaqwaan itu sifatnya universal dan sangat luas.

Saya teringat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sering kita dengar dan selalu disampaikan berulang kali oleh para khotib dalam khutbahnya :

Baca JugaAlisha Syauqina Buka Babak Baru, Aktif di OSIS SMAN 68 Jakarta

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al Baqarah[2]: 183).

Menurut bahasa, kata taqwa berarti "memelihara" atau "menghindari". Sederhananya, taqwa adalah perwujudan Amar Ma'ruf Nahi Munkar , melaksanakan segala perintah dan menjauhi seluruh larangan Allah SWT.

Baca Juga“LA MERCE” dan “CLINGY”, Eksplorasi Baru Wachita Rica di Ranah Afro House

Menurut pandangan saya, memerangi korupsi salah satu bentuk ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Puasa di Bulan Ramadhan seyogianya menjadi stimulus bagi segenap umat manusia untuk belajar membiasakan diri berbuat jujur dan sederhana agar terhindar dari perilaku koruptif, senantiasa teguh mempertahankan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan yang sejatinya menjadi Keutamaan Ramadhan.

Baca JugaJejak Rama Rival di Warkop DKI Reborn hingga Rencana Kembali ke Dunia EDM

Jika sudah membudaya, Keutamaan Ramadhan akan membentuk kultur dan budaya ANTIKORUPSI dalam setiap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara direpublik ini, dimana keindahan Nur Ramadhan Insya Allah senantiasa mewarnai karakter masyarakat dan bangsa.

Dengan semangat ANTIKORUPSI, mari kita jadikan Bulan Suci Ramadhan sebagai sarana untuk membentuk imun ANTIKORUPSI, agar cita-cita dan tujuan berbangsa dan bernegara yang tak lain mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa dan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote dapat benar-benar terwujud apabila korupsi benar-benar sirna dari NKRI.

Baca JugaMy One Band Buktikan Konsistensi Bermusik, 35 Lagu Sudah Tersebar di Platform Digital

Pada kesempatan ini, perkenankan-lah saya Firli Bahuri beserta keluarga, menghaturkan Permohonan Maaf Lahir Batin, atas segala khilaf, utamanya lisan yang tidak berkenan, sikap yang dipandang menyakitkan, janji terucap namun terabaikan, mengingat kami hanya manusia biasa, tentunya tak luput dari khilaf dan dosa.

Semoga kita diberi umur panjang yang barokah, bahagia, tentram dan sehat wal'afiat dalam Ridha Allah SWT, sehingga dapat kembali dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadan ditahun-tahun berikutnya pungkas,tutup. Red/Ben

Baca JugaTampil Bersama Anita Veronica, 2Langit Siap Meriahkan Bangka Barat ***

Bagikan berita:

Berita Terkait