Putraindonews.com, Jakarta – Upaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GALK) masih terus dilakukan.
Sampai pada hari ini, Kamis, 17 September 2026, tim SAR Gabungan masih terus mengintensifkan pencarian.
Baca JugaLetjen I Nyoman Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu, Kepentingan Umat di Atas Segala-galanyaProses pencarian dilakukan mulai dari wilayah Lampung, yang dipusatkan pada dua sektor yakni dari kawasan Teluk Semangka hingga gugusan pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Upaya penyisiran dilakukan di seputar Pulau Legundi, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Baca JugaElim Tyu Samba: Jangan Sentimen Pribadi Korbankan Atlet "Tidak Elok"Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansyah, mengungkapkan bahwa kelanjutan operasi akan menunggu hasil rapat koordinasi Tim SAR dari Lampung dan Banten.
"Keputusannya terakhir diperpanjang atau tidak, keputusan nanti sore," ungkap Deden dikutip dari Liputan6, Kamis (17/9).
Baca JugaKepulan Asap Keluar dari Tas, Penumpang KRL Dibuat PanikDengan begitu, pencarian pada hari ke-10 tetap dimaksimalkan sembari menunggu keputusan mengenai kemungkinan penambahan masa operasi. Red/HS