PUTRAINDONEWS.COM
JAKARTA | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan pertemuan dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, membahas rencana dan strategi kolaborasi guna menghasilkan skema pembiayaan yang dibutuhkan pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi.
Skema pembiayaan diharapkan bermanfaat bagi UMKM parekraf agar mereka dapat bangkit dari pandemi COVID-19 dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Baca JugaKru Kapal Pengangkut Lima Jurnalis yang Hilang Ditemukan, IMO-Indonesia Dorong Pencarian Diperpanjang"Kami menyepakati beberapa hal mengenai skema pembiayaan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di mana ada beberapa skema yang sangat diperlukan oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi," kata Menparekraf Sandiaga Uno di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Paket stimulus dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan) merupakan salah satu kebijakan yang sangat diperlukan oleh para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Seperti pelaku usaha parekraf di Bali yang melalui Gubernur I Wayan Koster telah mengajukan pembiayaan sebesar Rp9 triliun kepada pemerintah pusat.
Baca JugaWaspada! Jakarta Bakal Macet Parah, 50 Ribu Buruh Siap Demo 24 September"Ini adalah kebijakan yang coba kami realisasikan, di samping itu kita juga perlu skema kredit pemulihan untuk pariwisata dan ekonomi kreatif yang saya sebut sebagai kredit pemulihan parekraf (KPP)," kata Sandiaga.
Menparekraf menargetkan total skema pembiayaan bisa mencapai Rp3 triliun dengan masing-masing pembiayaan maksimum mencapai Rp50 juta. Namun untuk penyalurannya penting untuk dipastikan agar terlebih dahulu diidentifikasi data calon penerima by name atau by data pelaku usaha parekraf yang terdampak.
Baca JugaKebakaran di Kebayoran Lama, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,2 Miliar"Pengusaha-pengusaha mulai dari hotel-hotel melati sampai ke homestay, juga para penyelenggara wisata mikro seperti desa wisata, warung-warung, gerai-gerai yang ada dalam status kecil dan mikro," kata Menparekraf.
Dalam pertemuan itu juga dibahas bagaimana membentuk ekosistem bagi UMKM di sektor parekraf untuk dapat mengakses pembiayaan secara murah dan cepat yang lebih berpihak kepada ekonomi kecil dan mikro.
Baca JugaPeringatan HUT ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Dipindahkan ke CilangkapDitargetkan akan ada satu program bersama yang akan bisa di-showcase dalam satu sampai tiga bulan ke depan.
"Karena melihat bahwa ini salah satu cara kita untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang notabene menjadi sumber mata pencaharian bagi 34 juta masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor parekraf," kata Sandiaga.
Baca JugaGus Lilur Sebut Nusron Menangis Sambil Minta Bantuan PerlindunganJuga bagaimana skema sosial kredit melalui bank wakaf mikro yang bisa juga digunakan untuk pemulihan sektor parekraf secara sederhana dan berbasis komunitas.
"Saya berterima kasih, ini satu langkah kolaborasi yang mudah-mudahan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," kata Menparekraf Sandiaga Uno.
Baca JugaNahkodai KONI Kota Blitar Elim Tyu Samba Rapatkan Barisan "Kompak dan Berjaya"Ketua OJK Wimboh Santoso menyambut baik kolaborasi yang akan dijalankan dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor prioritas sehingga perlu didorong.
"OJK sudah memiliki platform untuk membina masyarakat dari bawah sehingga bisa diterapkan di sektor pariwisata. Mulai dari klusteringnya, pembiayaan yang murah, pembinaan, sampai kepada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik," kata Wimboh.
Baca JugaKabar Gembira! Pekerja Berpenghasilan Rp6,5 Juta di Jakarta Naik Transportasi Umum GratisIa berharap dalam waktu dekat program kerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf benar-benar dapat direalisasikan. Red/Ben