Putraindonews.com - Jakarta | Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo (Jokowi), telah menetapkan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
"Komisi Pemberantasan Korupsi memandang langkah Presiden Jokowi sangat tepat, mengingat penegakan kedaulatan negara adalah hal utama".
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Onlineyang sifatnya fundamental untuk senantiasa ditanam, dirawat dan dijaga oleh seluruh elemen bangsa dan negara di republik ini.
Penting bagi segenap anak bangsa di negeri ini untuk memandang lebih luas dan melihat lebih dalam agar dapat menempatkan posisi penegakan kedaulatan negara.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatDitengah situasi dan kondisi global yang saat ini yang sangat rentan membuat bangsa-bangsa di dunia terfragmentasi, ujar ketua KPK H. Firli Bahuri dalam rilisnya yang diterima redaksi, Rabu 2/3/22 pagi.
Lebih lanjut Firli mengatakan bahwa tidak sedikit contoh negara-negara dunia yang terlibat konflik terkait penegakan kedaulatan negaranya masing-masing.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat"Dimana hampir sebagian besar memilih perang sebagai cara untuk menyelesaikan konflik tersebut".
Dalam pandangan kami, perang bukan lah cara bangsa yang beradab dalam menyelesaikan sebuah konflik, mengingat peperangan hanya menyuguhkan teror terhadap nilai-nilai kemanusiaan, bagi dari pihak yang menang maupun yang kalah dalam peperangan.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanSejatinya, peperangan adalah misi pembunuhan umat manusia, Ungkap Firli.
Perlu diingat, perang adalah cara-cara primitif dan bar-bar dalam menyelesaikan konflik dimasa lalu, yang seyogianya tak lagi pantas diterapkan di zaman ini.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaDialog damai yang bisa di inisisasi organisasi dunia seperti PBB atau kedua belah pihak yang berkonflik, adalah cara-cara beradab yang sepatutnya dilakukan untuk menyelesaikan konflik antar negara di masa kini.
Negara-negara dapat melihat serta mencontoh cara Indonesia khususnya Presiden Jokowi dalam menyelesaikan konflik yang selalu mengedepankan langkah preventif dan persuasif dengan cara dialog, ketimbang cara-cara represif dalam menyelesaikan konflik didalam maupun luar negeri.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangTidak dapat dipungkiri, beragam suku bangsa, bahasa, agama, budaya serta kondisi geografis tanah air, menyebabkan Indonesia tidak pernah terlepas dari yang namanya konflik.
Syukur Alhamdulillah, negeri ini dapat menyelesaikan konflik tersebut bukan dengan jalan perang, namun dengan berdialog, saling bertukar pikiran dan memahami budaya, karakter serta kultur daerah daerah setempat.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoPengalaman dalam menyelesaikan konflik dengan cara berdialog yang bangsa ini lakukan sejak zaman dulu hingga masa kini, tentunya menjadi bukti nyata bahwasanya dialog dari hati ke hati adalah jalan damai yang tepat dan terbaik untuk menyelesaikan konflik.
Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa pengalaman Indonesia menyelesaikan konflik dari masa ke masa ini, merupakan kontribusi nyata kita bagi dunia dalam mewujudkan perdamaian di muka bumi.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Jikalau kita berbicara terkait perang maka kita tentu ingat bahwa ada satu perang yang sangat melelahkan dan menghabiskan energi manusia yaitu perang badar yang seyogianya harus kita perangi bersama-sama dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan perdamaian dunia, yakni perang melawan korupsi, kejahatan kemanusiaan nyata yang dampak destruktifnya sangat merusak, bahkan menghancurkan tujuan bernegara suatu bangsa.
Bukan hanya sendi perekonomian semata, jika dibiarkan berurat akar di seluruh lini dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, tujuan dan masa depan negara tersebut akan luluh lantak oleh korupsi.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke JakartaTidak sedikit contoh negara yang hacur setelah korupsi menggurita di seantero negeri, banyak negara jatuh miskin sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban melindungi, menghidupi apalagi memakmurkan rakyatnya, karena korupsi telah merusak seluruh tatanan kehidupan di negara tersebut, kata Firli.
Melihat betapa destruktifnya korupsi terhadap suatu negara, dapat kita simpulkan bahwasanya korupsi adalah ancaman nyata kedaulatan negara suatu bangsa.
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa SemenAtas nama lembaga maupun pribadi, saya menghimbau kepada negara-negara yang saat ini tengah berperang akibat konflik, untuk segera menghentikan peperangan dan secepatnya mengambil langkah dialog sebagai solusi atas penyelesaian konflik.
Selamat memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara, mari kita jaga Tegakan Kedaulatan NKRI dari ancaman korupsi, agar negeri ini dapat mewujudkan cita-cita, tujuan dan arah masa depan bangsa yang gemilang, Indonesia Maju, Indonesia Makmur, Indonesia Aman, Damai dan Sejahtera, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote, tutup. Red/Ben
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online ***