JAKARTA | Indonesia patut bangga karena pengajuan produk baju alat pelindung diri keseluruhan (APD Coverall) dalam negeri berhasil mendapatkan sertifikasi yang diakui WHO. Baju APD keseluruhan tersebut sangat penting untuk menjamin keamanan tenaga medis saat menangani COVID-19.
Kerja keras Gugus Tugas Nasional melalui tim pakar dan multipihak telah menghasilkan baju APD keseluruhan secara mandiri sebagai produk lokal berkualitas.
Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca PenyadapanBaju APD keseluruhan tersebut dibuat dari bahan yang diperoleh dari dalam negeri. Tak hanya itu, baju APD ini juga dibuat sendiri oleh bangsa Indonesia.
Dengan kemampuan dan kekuatan bangsa sendiri, Indonesia akhirnya dapat memproduksi baju APD berkualitas internasional sesuai rekomendasi Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).
Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke MakarUntuk memperoleh sertifikasi tersebut, Gugus Tugas Nasional melalui tim pakar bekerja sama dengan sejumlah asosiasi pembuat dan pendukung produksi tekstil dan garmen, yaitu Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan Indonesia Non-Woven Association (INWA) serta dukungan sekitar 30 lebih perusahaan.
“Saya bangga dan senang karena Indonesia dapat memproduksi sendiri kebutuhan alat kesehatan sebagai Industrialisasi kesehatan di masa depan. Indonesia mempunyai bahan baku yang dibutuhkan untuk industri kesehatan. Selama ini bahan baku yang selalu impor dapat diatasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal,†ujar Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo melalui pesan digital pada Minggu (31/5).
Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar PaloloSebagai informasi bahwa akrilik dan karet juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan alat kesehatan lainnya seperti face shield, incubator atau chamber bagi penderita infeksi virus.
Terkait dengan kolaborasi multipihak, Doni berkata, “Di sinilah pentingnya kolaborasi pentaheliks dari dunia penelitian, para pakar bidang kesehatan serta lembaga usaha dalam melaksanakan produksi dan industrialisasi di bidang medis.â€
Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSITercatat tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan dibuat dalam negeri sudah mencapai standar internasional, yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana Apparel, yang semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2 bahkan lebih tinggi.
Di samping itu, lulusnya pengajuan produk dalam negeri tersebut tidak terlepas dari peran besar Kementerian Luar Negeri dan dan Konsulat Jenderal yang mengawal proses pengujian di luar negeri hingga diterbitkannya hasil uji ISO 16604 tersebut.
Baca JugaGunung Semeru Muntahkan Awan Panas“Pada Jumat sore, tanggal 29 Mei 2020, kami memperoleh informasi dari pihak Intertek bahwa uji lab APD Coverall (sampel fabrik) PT. Surya Usaha Mandiri (SUM) untuk sertifikasi ISO 16604 Class 2 yang dilakukan di HQ Intertek, Cortland, New York, telah dinyatakan Pass atau lulus uji,†ujar Arifi Saiman, perwakilan Konsulat Jenderal RI di New York.
Multipihak tersebut sepakat untuk menyematkan satu payung emblem ‘INA United’ pada produk baju APD yang lolos uji. Logo perusahaan pencetak baju APD tetap akan dilekatkan pada produknya.
Baca JugaPemerintah Rencana Buka Tes CPNS Tahun IniBaju APD yang sudah lulus standar internasional tersebut dapat memberikan tingkat perlindungan tertinggi. Bahan baju APD yang digunakan terbuat dari bahan woven polyester yang tersedia di dalam negeri.
Ketersediaan bahan di dalam negeri sangat besar sehingga tidak perlu mengimpor lagi. Karena terbuat dari bahan woven, baju hazmat tersebut dapat dicuci dan digunakan kembali atau _washable_ dan _reusable_.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineSementara itu, Gugus Tugas Nasional juga mendorong produksi APD lainnya yaitu masker N95. Prototipe masker N95 sedang dipersiapkan dan akan melalui uji kualitas dalam waktu dekat.
Diharapkan masker N95 buatan dalam negeri pun dapat mencapai standar kualitas internasional untuk memberikan perlindungan terbaik bagi para pahlawan tenaga medis Indonesia. Red/Ben
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat