Putraindonews.com, Jakarta – Setelah hampir sebulan perang melawan Iran yang tak kunjung reda, biaya perang yang harus dikeluarkan militer Israel begitu besar sehingga membebani pengeluaran negara tersebut.
Sebagai alternatif, Israel kini dikabarkan mulai menggunakan stok amunisi lama dalam menghadapi konflik dengan Iran.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiLembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengabarkan bahwa militer kini beralih ke amunisi non-presisi yang telah disimpan selama puluhan tahun, bahkan hingga sekitar setengah abad.
Langkah tersebu dianggap sebagai upaya menghemat pengeluaran perang sekaligus mengosongkan ruang penyimpanan persenjataan. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden BrasilDikutip dari Anadolu Agency, pengalihan ke amunisi lama ini muncul di tengah kekhawatiran publik Israel terhadap beban finansial akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Media Israel, Haaretz, sebelumnya melaporkan biaya yang dikeluarkan militer dalam 20 hari pertama perang mencapai sekitar US$6,4 miliar atau setara Rp107,9 triliun (US$1=Rp16.869).
Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main JudiPemerintah Israel lalu mengalokasikan tambahan sekitar US$8,2 miliar (Rp13,9 triliun) untuk pembelian perlengkapan keamanan mendesak, di tengah laporan menipisnya stok rudal pencegat.
Selain itu, angkatan darat Israel juga disebut tengah bersiap mengajukan tambahan anggaran di luar total biaya perang yang telah mencapai US$12,5 miliar (Rp210,8 triliun). Red/HS
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan Reklame