Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

HNW Dukung Optimalisasi Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Umat untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

S Samsuddin • 13 Nov 2025 • 0 komentar
HNW Dukung Optimalisasi Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Umat untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Putraindonews.com-Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) An-Nuaimy menggelar Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara bertajuk “Mengokohkan Peran Dakwah Pesantren melalui Penguatan Organisasi dan Program, Menjemput Indonesia Emas 2045”, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).

Dalam paparannya, Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa peran pesantren memiliki tiga fungsi utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

“Kalau hanya fungsi pendidikan, cukup dikelola oleh Direktorat Pendidikan Islam. Namun karena pesantren juga memiliki fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat, sebagaimana ketentuan dalam UU Pesantren, maka perlu ada peningkatan status, kewenangan, dan anggaran dari sebelumnya (Direktur) yakni Direktorat Jenderal Pesantren,” ujarnya.

Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren dan Penguatan Regulasi

HNW menjelaskan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama telah disetujui Presiden menjelang peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025. Ia berharap lembaga baru tersebut tidak tumpang tindih dengan Direktorat Pendidikan Islam dan mampu memperkuat peran pesantren, bukan justru mengontrol secara berlebihan.

Selain itu, Dirjen Pesantren diharapkan memperjuangkan hak-hak pesantren sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pesantren, termasuk pengelolaan dana abadi pesantren serta perlakuan adil terhadap seluruh jenis pesantren:

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat
  • Pesantren tradisional (salafiyah)
  • Pesantren modern (mu‘adalah)
  • Pesantren terpadu

“Kita pernah menolak rencana revisi Undang-Undang Pesantren karena hanya mengakui satu jenis pesantren. Padahal realitas di lapangan pesantren sangat beragam, dan semuanya berkontribusi penting bagi bangsa,” tegasnya.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

HNW menyatakan bahwa tema diskusi kali ini sejalan dengan Undang-Undang Pesantren yang menempatkan fungsi dakwah sebagai bagian integral dari sistem pendidikan pesantren.

Pesantren juga berperan penting dalam pembinaan masyarakat dan penguatan karakter. Kebijakan Kurikulum Pesantren Ramah Anak menekankan pembelajaran yang aman dan bebas kekerasan, tetapi tetap disiplin.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

“Pesantren justru unggul karena disiplin dan pembinaan akhlak melalui keteladanan para kiai dan ustaz,” ujarnya.

Ia menyoroti berbagai kasus kekerasan di lembaga pendidikan sebagai pelajaran agar pesantren terus memperkuat fungsi pendampingan psikologis dan pembinaan moral.

Peran Historis Pesantren dalam Perjuangan dan Kebangsaan

HNW mengingatkan bahwa peran pesantren telah mengakar sejak masa perjuangan bangsa.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

“Sejak masa perumusan BPUPK, tokoh-tokoh dari NU, Muhammadiyah, dan PUI, bahkan yang dari partai-partai Islam seperti Sarekat Islam, Penyadar, Partai Islam Indonesia, Masyumi, semua para kiai dan santri berakar dari pesantren, dan mereka masing-masing telah berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Jejak historis peran pesantren tampak dalam berbagai momentum:

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo
  • Resolusi Jihad 22 Oktober 1945
  • Amanat Jihad 1946
  • Perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)
  • Pemulihan Indonesia menjadi NKRI yang dipimpin Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan M. Natsir, tokoh Masyumi

“Karena itu, santri masa kini harus ikut mempersiapkan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan,” tegasnya.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Ia menegaskan bahwa nasib bangsa 20 tahun mendatang sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan hari ini.

“Karenanya apa yang kita lakukan hari ini, termasuk memperkuat peran pesantren, akan menentukan seperti apa wajah Indonesia tahun 2045,” pungkasnya.Red/HS

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta
Tags: #Indonesia #mpr ri

Bagikan berita:

Berita Terkait