Putraindonews.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyoroti peran penting Inggris dalam mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) serta memperkuat kerja sama dan partisipasi aktif pada proyek-proyek yang menopang konektivitas kawasan.
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto R. Suryodipuro menyebut bahwa dukungan tersebut telah terwujud melalui kesepakatan bersama yang baru saja disetujui ASEAN dan Inggris untuk meningkatkan konektivitas kawasan.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat“Komitmen ini menjadi langkah awal Inggris untuk selanjutnya mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” kata Sidharto saat mewakili Indonesia pada Pertemuan para Menlu ASEAN dengan Menlu Inggris David Lammy di Vientiane, Laos, Jumat (26/7) waktu setempat.
Menurut pernyataan Kemlu RI yang diterima di Jakarta, kalangan bisnis ASEAN saat ini tengah membentuk Jaringan Bisnis Indo-Pasifik (Indo-Pacific Busines Network) untuk meningkatkan pertumbuhan dan konektivitas di kawasan.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatUntuk itu, Indonesia mengundang sektor swasta Inggris untuk mendukung inisiatif jaringan bisnis tersebut, terlebih karena ASEAN merupakan “jantung” dari kawasan Indo-Pasifik yang mengalami pertumbuhan paling pesat di dunia, ucap Dirjen Kemlu RI.
Selain itu, Sidharto juga menyoroti pentingnya meningkatkan kerja sama ASEAN-Inggris dalam aspek ekonomi digital untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan menciptakan akses yang setara.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanIa menyampaikan bahwa ASEAN dan Inggris dapat memajukan kerja sama tersebut dengan mempromosikan inovasi untuk mengurangi kesenjangan teknologi dan pengembangan kecerdasan buatan, mengembangkan infrastruktur digital di area terpencil, dan mendukung pemajuan literasi digital.
Dirjen juga mendorong Inggris untuk mendukung Kerja Sama Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), salah satu prioritas ekonomi yang didorong Indonesia saat keketuaan ASEAN-nya tahun lalu dan ditargetkan selesai pada 2025.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla“Digitalisasi ekonomi merupakan salah satu pendorong utama untuk investasi, sehingga dukungan Inggris terhadap ASEAN DEFA sangat penting,” ucap Sidharto.
Hubungan kemitraan ASEAN dan Inggris dimulai pada 2021, sehingga menjadikan Inggris sebagai mitra dialog terbaru ASEAN.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangPertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Inggris tahun ini menghasilkan pernyataan gabungan tingkat menteri ASEAN-Inggris yang bertajuk “Memperkuat Konektivitas demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan.”
Dokumen tersebut mencerminkan komitmen bersama ASEAN dan Inggris untuk memajukan kerja sama dalam berbagai bidang, seperti ekonomi digital, infrastruktur berkelanjutan, kolaborasi energi, digitalisasi dan pendidikan, pembangunan berkelanjutan, dan konektivitas maritim. Red/HS
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo