Putraindonews.com, Jakarta – Iran menyebut telah melakukan serangkaian serangan terhadap markas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Serangan yang dilancarkan tersebut dikatakan sebagai aksi balasan atas kembali meningkatnya serangan militer Washington di wilayah pesisir selatan Iran.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklameMelansir live report Al Jazeera, Senin (13/7/2026), staf umum angkatan darat Kuwait menyebut sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.
Sementara, militer Kuwait mengatakan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang berhasil mencegat serangan tersebut.
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa JawaPihak berwenang meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.
Di lokasi berbeda, Bahrain terus membunyikan sirene serangan udara setelah mengaktifkan sistem peringatan nasional. Red/HS
Baca JugaEropa Bergolak, Demonstrasi Besar-Besaran Berlangsung di Albania