Putraindonews.com, Jakarta - Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menyebut serangkaian permohonan maaf yang diucapkan Presiden Joko Widodo kepada rakyat dalam berbagai kesempatan merupakan bukti keseriusan dalam merefleksi kebijakan yang telah dijalankan.
"Serangkaian permohonan maaf yang disampaikan Beliau di berbagai kesempatan dan lokasi itu menunjukkan keseriusan beliau dalam refleksi atas kebijakan yang telah dijalankan," kata Yusuf melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis (3/10).
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlinePernyataan tersebut berkaitan dengan momen Presiden Joko Widodo yang belakangan ini selalu menyempatkan diri untuk memohon maaf kepada masyarakat di sela-sela kunjungan kerjanya di berbagai daerah.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi lebih sering menyampaikan permohonan maaf itu saat meninjau pasar rakyat untuk mengecek harga bahan pokok.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatYusuf menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah menunjukkan sikap kerendahan hati dan keberaniannya untuk meminta maaf secara langsung sebagai manusia yang kurang sempurna selama masa jabatannya.
Tindakan tersebut, kata Yusuf, merupakan sikap yang menunjukkan integritas, kenegarawanan dan kepedulian yang mendalam terhadap tanggung jawab yang diemban Jokowi sebagai kepala negara.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatMenurut Yusuf, permintaan maaf langsung yang disampaikan di berbagai momen penting dan di berbagai daerah itu juga mencerminkan hubungan langsung dengan rakyat dan menunjukkan rasa empati.
"Itu adalah komitmen beliau terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas yang kuat dalam kepemimpinannya," kata Yusuf.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanAdapun berdasarkan informasi yang dihimpun, Presiden Joko Widodo setidaknya sudah lima kali menyampaikan permohonan maafnya di sela-sela kunjungan kerja ke berbagai daerah.
Pertama kali, Presiden memohon maaf ke rakyat melalui megafon saat meninjau Pasar Soponyono, Surabaya, Jawa Timur, pada awal September.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaKemudian, Presiden kembali berpamitan dan memohon maaf ke rakyat di Pasar Delimas Raya, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ketiga, Presiden berpamitan di Pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, yang saat itu juga disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangKeempat, Presiden berpamitan dan memohon maaf saat meninjau gudang Bulog di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Kemudian, yang terbaru dilakukan Presiden saat mengunjungi Pasar LIPA Kalabahi, di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Kamis. Red/HS
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo