Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Jelang Nataru, Pemerintah Fokus Tingkatkan Keselamatan Transportasi

S Samsuddin • 23 Nov 2024 • 0 komentar
Jelang Nataru, Pemerintah Fokus Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Putraindonews.com, Jakarta - Pemerintah sedang berfokus pada keselamatan transportasi dan peningkatan kewaspadaan di daerah rawan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) lebih proaktif dalam mendata dan menginventarisasi kegiatan masyarakat selama Nataru.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

“Kita meminta dari daerah-daerah untuk persiapan masing-masing,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/11).

Dia menekankan setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan perlu diatur dengan baik dan terkoordinasi. Langkah ini penting agar dapat meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan maupun kenyamanan semua pihak.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Moda transportasi yang menjadi perhatian Mendagri salah satunya adalah moda transportasi laut.

Dia mengingatkan pentingnya kewajiban pengelola kapal untuk menyediakan pelampung keselamatan (life vest) demi mengurangi risiko korban jiwa akibat kecelakaan. Pihaknya juga akan menyiapkan Surat Edaran (SE) berkaitan dengan hal tersebut.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

“Kami juga akan memberikan Surat Edaran, Bapak Menteri Perhubungan dan jajaran polisi dan TNI yang ada unsur laut dan perairannya untuk mengingatkan para syahbandar untuk wajib pengelola kapal, transportasi kapal, termasuk kapal rakyat, itu menyiapkan life vest, pelampung. Rata-rata yang selamat adalah menggunakan pelampung,” ujarnya.

Selain itu, Tito juga menyoroti kebijakan maskapai penerbangan yang menaikkan harga tiket hingga batas tertinggi saat puncak musim liburan.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Menurutnya, hal tersebut berpotensi memicu keluhan publik serta mendorong inflasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta Kementerian Perhubungan untuk memastikan agar harga tiket tetap terkendali.

“Terutama rute-rute ke daerah-daerah tempat liburan dan masyarakat yang akan pulang kampung untuk ber-Natal di daerah yang mayoritas umat Kristiani,” ucap Tito.

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta

Dirinya juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kerumunan di berbagai tempat yang dipenuhi oleh kegiatan masyarakat. Terutama di daerah wisata seperti Bali dan pantai-pantai dengan risiko tinggi. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemda dinilai krusial untuk menghindari tragedi seperti peristiwa penumpukan massa di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada tahun 2022 lalu.

“Terutama yang (kegiatan) massal. Massal ini harus diidentifikasi betul oleh semua daerah, dan kemudian betul-betul diatur flow-nya. Ini kita tahu nanti di Ancol itu biasanya 300 ribuan, tapi sudah terbiasa. Template-nya di kepolisian sudah paham. Tapi beberapa daerah, mungkin akan terjadi penumpukan-penumpukan,” ungkapnya.

Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen

Dalam rangka mengantisipasi potensi kerawanan, dirinya mendorong kepala daerah menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengidentifikasi dan memitigasi masalah khas yang terjadi di wilayah masing-masing.

Selain itu, persiapan bahan pangan selama Nataru juga dipastikan tetap terkendali, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan.

Baca JugaMutasi Besar-Besaran Sejumlah Perwira Polri di Tengah Isu Penangkapan par Jenderal

Pendekatan yang komprehensif tersebut diharapkan dapat memastikan keselamatan, kelancaran transportasi, dan kenyamanan masyarakat selama Nataru.

“Mereka melaksanakan rapat mengidentifikasi kerawanan khas daerah masing-masing dan setelah itu nanti kita akan monitor mana daerah yang melaksanakan mana yang tidak,” pungkas Tito. Red/HS

Baca JugaYusril Sebut Prabowo Tahu Disadap atas Laporan Kapolri Suyudi

Bagikan berita:

Berita Terkait