Putraindonews.com, Jakarta – Setelah tersiar kabar terjalinnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, akvtivitas kapal komersial kembali ramai melewati kawasan tersebut.
Sebelumnya, proses yang dilalui untuk pemulihan arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz diperkirakan memakan waktu hingga berbulan-bulan.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklameMeskipun sudah ada sinyal positif akan kembali normal, situasi lebih lanjut tentu masih menunggu hasil kesepakatan politik.
Mengutip CNBC, Kamis (18/6/2026), AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir mulai mendekati kesepakatan penuh.
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa JawaNota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu malam menetapkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh tanpa pungutan biaya oleh Iran selama minimal 60 hari.
Semula kabar gembira ini langsung direspons positif oleh pasar di mana harga minyak mentah dunia sempat menurun hingga ke level US$80 per barel. Red/HS
Baca JugaEropa Bergolak, Demonstrasi Besar-Besaran Berlangsung di Albania