Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

LKPP Minta Pemda Lakukan Langkah Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri

S Samsuddin • 21 May 2024 • 0 komentar
LKPP Minta Pemda Lakukan Langkah Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri

Putraindonews.com, Kudus - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) mendesak pemerintah daerah untuk melakukan langkah optimalisasi penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa, sehingga tahun 2024 bisa memenuhi target 95 persen.

"Sesuai Instruksi Presiden nomor 2/2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi, targetnya tahun 2024 bisa mencapai target. Sedangkan akhir 2023 sudah mencapai 90,2 persen," kata Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi ditemui usai menghadiri sosialisasi penguatan implementasi katalog elektronik (E-Katalog) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kudus di Hotel @Home Kudus, Senin (20/5).

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Hadir dalam acara tersebut, Penjabat Bupati Kudus M. Hasan Chabibie dan Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Setya Budi Arijanta, serta kepala OPD di Kabupaten Kudus.

Untuk memenuhi target 95 persen penggunaan produk dalam negeri, kata dia, pihaknya memang harus sering ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan penggunaan produk dalam negeri.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Kalaupun untuk pengadaan produk impor, kata dia, maksimal hanya 5 persen, selebihnya harus dikomunikasikan dengan Kementerian Keuangan.

Menurut dia hampir di semua kabupaten/kota di tanah air sudah ada perkembangan, meskipun terkadang bukan soal proses pembeliannya, tetapi pencatatannya yang juga harus dioptimalkan.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

"Hampir semua daerah bergerak ke arah lebih baik dan bagus. Tetapi di wilayah perkotaan lebih dahulu dibandingkan daerah karena dukungan baik dari sarana teknologi, kecepatan, dan faktor pendukung lainnya," ujarnya.

Menurut dia, produk dalam negeri harus menjadi prioritas, sehingga ketika ada yang menggunakan produk luar negeri tidak perlu dirisaukan.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

"Kita harus bangga memakai produk dalam negeri. Jika jelek, ketika banyak yang membeli nantinya akan diperbaiki karena masukan penyedia supaya bisa memasok kebutuhan sesuai spesifikasi yang diinginkan," ujarnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kudus M. Hasan Chabibie mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, di antaranya menata pengadaan barang dan jasa menjadi lebih ideal.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

"Apalagi, e-katalog di Kudus baru dimulai pada akhir 2023. Tentunya harus banyak dievaluasi agar semakin baik," ujarnya.

Pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog, kata dia, tentu bertujuan untuk percepatan dalam penggunaan anggaran serta mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah yang masuk dalam katalog lokal. Red/ST

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Bagikan berita:

Berita Terkait