Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Menko Polhukam Akui Festival Sastra Saraswati Sewana Berikan Pesan Penting

S Samsuddin • 21 Jul 2024 • 0 komentar
Menko Polhukam Akui Festival Sastra Saraswati Sewana Berikan Pesan Penting

Putraindonews.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengakui bahwa Festival Sastra Saraswati Sewana memberikan literasi budaya kepada masyarakat tentang pemikiran para leluhur bangsa.

"Pesan-pesan itu adalah pesan-pesan kemanusiaan untuk bisa memberikan kesejahteraan, memberikan kebahagiaan, keteladanan yang datang dari rakyat berdasarkan pesan-pesan yang sudah disampaikan oleh para leluhur," kata Menko Hadi saat membuka kegiatan tersebut di Ubud, Bali, Sabtu (20/7).

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Menurut Hadi Tjahjanto, banyak yang bisa dipelajari dari para leluhur bangsa, terutama dalam menyatukan beragam suku dan budaya hingga akhirnya menjadi sebuah bangsa.

Salah satu faktor utama terwujudnya hal tersebut, yakni sosok kepemimpinan kuat yang dimiliki para leluhur bangsa.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Hadi melanjutkan dalam festival yang mengangkat tema Niti Raja Sasana, Tongkat Sastra Kepemimpinan Negeri, masyarakat juga diajarkan tentang kebudayaan bangsa yang bersifat adaptif dan berkembang sehingga dapat membuat bangsa menjadi semakin besar.

Dengan adanya kegiatan ini, Hadi berharap masyarakat akan selalu melestarikan kebudayaan bangsa sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Untuk diketahui, Festival Sastra Saraswati Sewana 2024 diadakan untuk empat tujuan.

Pertama, untuk menggali nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali yang tercatat dalam berbagai manuskrip dan sumber-sumber lisan warisan para leluhur.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Tujuan Kedua yakni mengkaji relevansi nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali dalam konteks ke konteks kekinian.

Selanjutnya untuk mengadaptasi dan merevitalisasi nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali sebagai tongkat dan panduan etik bagi para pemimpin terpilih.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Terakhir untuk meneruskan nilai-nilai dan ajaran kepemimpinan Bali pada generasi muda, khususnya milenial dan gen Z. Red/HS

Bagikan berita:

Berita Terkait