Dengan adanya skala dan management, muncul suatu kebanggan bahwa UMKM bisa hidup sendiri, dengan menawarkan barang. Kembali lagi bahwa menurutnya, ekonomi Indonesia ini harus tersistem dan bersinergi dari tiga pelaku, yakni swasta, negara dan koperasi yang perlu direstruktur lagi.
Sehingga mempunyai bentuk yang berskala, meskipun membutuhkan waktu, tapi Tanri yakin sektor BUMNÂ perkebunanlah sebagai salah satu yang bisa disegerakan atau diwujudkan dalam waktu cepat.
Sementara itu, Menteri Teten menambahkan, pemerataan terkait reformasi agraria dan perhutanan memang sudah dilakukan oleh presiden Joko Widodo sebelumnya. Maka dari situlah, ia ingin mengkonsolidasikan koperasi petani dan BUMN pangan, serta maritim.
"Karena ada disektor komoditi, koordinasikan dengan kementerian BUMN dan kemenpertanahan," ujar Teten.
Kembali lagi, terkait konsep Badan Usaha Milik Rakyat, ia memaparkan memang sebelumnya memang ada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), tapi menurutnya meskipun Bumdes ada tersebar luas di setiap desa seluruh Indonesia, tetap saja Bumdes belum bisa masuk ke dalam skala ekonomi Kemenkop yang sekarang.
"Bumdes ada di mana-mana melakukan restrukturisasi komoditi, Bumdes saja tidak berskala ekonomi bisa masuk ke sistem pak Teten. Toh memang bagian dari sistem ekonomi, perlu direstruktur, Bumdes tak jelas kepemilikannya. Kalau semua ini koperasi pemiliknya rakyat. Jadi BUMR pemilik adalah rakyat itu sendiri, tetapi tak bisa sendiri kalau tidak dikelompokkan korporasi," pungkasnya. (*)