Putraindonews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan ulanh rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza sebagai bagian dari komitmen dalam Board of Peace (BoP). Hal tersebut lantaran sejauh ini belum ada kejelasan mengenai kerangka misi perdamaian.
“Karena itu, Indonesia harus berhati-hati jika memang benar-benar akan mengirimkan tentara ke Gaza,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim di Jakarta, Rabu (11/2).
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatTidak hanya itu, Sudarnoto menegaskan terdapat risiko besar soal keputusan pemerintah mengirimkan tentara Indonesia ke Gaza. Misi tersebut dinilai berisiko secara politik dan moral terhadap posisi Indonesia yang selama ini konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Pihaknya tidak ingin Indonesia terjebak pada agenda hegemoni Amerika Serikat. Apalagi dewan perdamaian tersebut dianggap tidak jelas, apakah dilakukan di bawah mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau melalui jalur lain seperti International Stabilization Force (ISF).
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan“Misi perdamaian dalam perspektif ISF sangat berbahaya. Sepanjang yang saya ketahui, ISF belum menjadi entitas resmi tunggal seperti UNIFIL (Lebanon) atau UNDOF (Golan) yang jelas di bawah mandat DK PBB. Jangan sampai terperangkap atau terjebak dengan agenda hegemonik Amerika dan Israel yaitu menundukkan Gaza/Palestina,” tandas dia. Red/HS