Putraindonews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan seiring tingginya tekanan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini.
Berdasarkan data terbaru, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menyentuh level Rp 17.799,20/US$ pada Selasa (26/5/2026).
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatPadahal, sebelum itu rupiah sempat ditutup menguat pada perdagangan terakhir pekan lalu, Rabu (13/5/2026), sebelum libur panjang.
Saat itu, rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.460/US$. Sebagai catatan, dilansir dari CNCB Indonesia, data Refinitiv memperlihatkan adanya pergerakan rupiah di pasar NDF telah mencapai Rp 17.680/US$ untuk posisi satu hari, sementara posisi satu tahun penuh telah tembus Rp 18.040/US$.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanPelemahan nilai tukar ini dipengaruhi oleh sentimen global yang masih membayangi pasar serta adanya kebutuhan pasokan dolar AS dalam musim haji 2026. Adapun, pelemahan ini dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia pada keseluruhan.
Situasi ini pun menimbulkan pertanyaan besar, apakah rupiah bakal terus jatuh hingga menyentuh level Rp18.000 dalam waktu terdekat. Red/HS
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla