Putraindonews.com, Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengungkapkan bahwa kegiatan operasi pencarian korban bencana banjir di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dihentikan.
Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan, operasi pencarian dialihkan kepada operasi pemantau. Hal ini karena dalam beberapa hari terakhir tidak ada penemuan korban bencana.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat"Operasi pencarian yang sejak sebulan dilakukan dihentikan dan dialihkan ke operasi pemantauan. Dalam beberapa hari terakhir operasi pencarian tidak membutuhkan hasil," ujar Harris Al Hussain dikutip dari Antara, Kamis (24/12).
Pihaknya menyebutkan operasi pencairan korban bencana banjir di Provinsi Aceh sudah berlangsung selama 31 hari dan pada Kamis (25/12) merupakan hari terakhir operasi pencarian.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatIbnu Harris Al Hussain menambahkan bahwa hingga kini masih ada 31 orang yang dinyatakan hilang. Dengan waktu sebulan sejak bencana, kecil kemungkinannya korban hilang tersebut selamat.
"Waktu bertahan seseorang dalam kondisi bencana paling lama tujuh hari. Kini sudah 31 hari pascabencana, sehingga kecil kemungkinannya mereka yang dinyatakan hilang dalam kondisi selamat," ucapnya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanKendati pencarian langsung dihentikan, kata dia, operasi tetap berjalan. Operasi dilakukan dengan pemantauan dan jika ada korban ditemukan, tim SAR langsung turun ke lapangan.
"Kami juga mengimbau masyarakat jika menemukan korban segera melaporkan guna proses evakuasi. Saat ini tim SAR tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana," tandasnya. Red/HS
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla