Putraindonews.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa para pengungsi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur yang berada di Kabupaten Sikka dapat menggunakan hak pilih dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah perbatasan antarkabupaten.
"Untuk pengungsi mandiri yang dari Flores Timur di Sikka itu jumlah sekitar 2.496 pemilih, nah ini akan difasilitasi untuk bisa mencoblos di TPS-TPS yang akan didirikan di perbatasan," katanya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (24/11).
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaIa menambahkan upaya menjamin hak politik pemilih terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki akan dikoordinasikan oleh masing-masing penjabat bupati (Pj) Bupati Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.
"Secara teknis nanti akan dikondisikan supaya kita pastikan semua warga pengungsi baik yang mandiri maupun yang difasilitasi oleh pemerintah akan menggunakan hak suaranya," ujarnya.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangIa menambahkan sebanyak 37 TPS di lokasi bencana terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan penyelenggara pilkada telah menyiapkan sebanyak 22 TPS di tempat pengungsian.
Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Flores Timur Cipto Keraf mengatakan dalam mendukung pilkada telah menyiapkan biodata warga yang dapat menggunakan hak pilih dari dua kecamatan yang terdampak bencana alam bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoHal tersebut dilakukan agar memudahkan pemilih dari Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura yang kehilangan KTP elektronik karena terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Saya sedang cetak biodata sebagai back up jika di hari H ada orang yang punya KTP elektronik hilang, maka petugas akan cek nama dan foto, kalau ada maka dia bisa gunakan hak pilih," ujarnya.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Ia menambahkan biodata tersebut akan diberikan kepada KPU Flores Timur pada 26 November 2024 mendatang.
"Secara aturan tidak boleh disampaikan ke siapa-siapa, tapi karena bencana," katanya. Red/HS
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta