Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Pemerintah Tepis Isu Dedolarisasi

S Samsuddin • 03 Dec 2024 • 0 komentar
Pemerintah Tepis Isu Dedolarisasi

Putraindonews.com, Jakarta – Pemerintah RI melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menepis isu dedolarisasi atau penciptaan mata uang baru sebagai pesaing dolar Amerika Serikat (AS) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, akhir Oktober lalu.

"Ada juga yang menyampaikan soal isu-isu dedolarisasi kemudian menciptakan mata uang baru, pada saat KTT terakhir kemarin hal tersebut sama sekali tidak dibicarakan," kata Sugiono saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12).

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Pihaknya menyebut wacana BRICS menciptakan mata uang baru untuk menyaingi dolar AS di tataran ekonomi global itu menjadi isu yang bergulir di media sosial.

"Memang saya tahu ada beberapa yang beredar di media sosial mengenai mata uang dan sebagainya, tetapi itu sama sekali tidak pernah dibicarakan dan tidak pernah disentuh, terutama urusan menggunakan mata uang," ungkapnya.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Ditemui usai rapat, dia pun menegaskan kembali bahwa tak ada wacana BRICS untuk menerbitkan mata uang alternatif dolar AS, sebagaimana yang menjadi ancaman dari Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.

"Pada saat KTT BRICS di Kazan itu tidak ada bicara mengenai dedolarisasi. Kalau, misalnya, ada statement dari Presiden terpilih Amerika Serikat seperti itu, yang pasti pada saat KTT kemarin itu tidak dibicarakan," tuturnya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Dia lantas berkata, "Ancamannya itu, dia bilang dedolarisasi, tapi di BRICS tidak ada."

Sebelumnya, Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (30/11) mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap negara-negara BRICS jika mereka tidak membatalkan rencana untuk menggunakan mata uang alternatif selain dolar AS.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

"Gagasan bahwa negara-negara BRICS berusaha untuk menjauh dari Dolar, sementara kita hanya berdiam diri dan mengawasi, sudah BERLALU," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

"Kita memerlukan komitmen dari negara-negara ini bahwa mereka tidak akan menciptakan Mata Uang BRICS yang baru, atau mendukung Mata Uang lain untuk menggantikan Mata Uang Dolar AS yang perkasa," kata Trump.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Diketahui, BRICS merupakan kelompok ekonomi negara berkembang yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini bertambah mencakup Iran, Mesir, Ethiopia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Red/HS

Bagikan berita:

Berita Terkait