Putraindonews.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak terus memutar otak di tengah realisasi penerimaan PPN dan PPnBM pada semester pertama tahun 2026 yang tercatat macet. Realisasi penerimaan baru mencapai 38,18 persen yang masih jauh dari target APBN.
Sebagai jalan keluar, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mulai memikirkan cara untuk membidik sektor industri tekstil hingga pakan ternak.
Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura BesakihLangkah perluasan basis pajak ini diyakini memberikan dampak positif melalui pemanfaatan kecanggihan sistem Coretax.
Kendati begitu, pada sisi lain masyarakat dan pelaku usaha merasa keberatan karena kebijakan mengoptimalkan pungutan dari impor bahan baku tersebut dinilai berisiko memperparah beban biaya produksi di saat daya beli pasar eceran sedang terkontraksi dalam.
Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan JayaLogika tersebut bahkan dinilai kontradiktif dengan janji-janji manis otoritas perpajakan yang sebelumnya berjanji tidak akan menekan dunia usaha di tengah perlambatan ekonomi. Red/HS