Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Peningkatan Kapasitas, Bupati Hery Tutup Kegiatan Kepala Sekolah Se Kabupaten Manggarai

S Samsuddin • 08 Apr 2022 • 0 komentar
Peningkatan Kapasitas, Bupati Hery Tutup Kegiatan Kepala Sekolah Se Kabupaten Manggarai

***

Putraindonews.com - NTT | Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. menutup secara resmi kegiatan peningkatan kapasitas Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai Jumat,08/04/22.

Untuk diketahui Kegiatan ini dilaksanakan atas hasil kerja sama Pemkab Manggarai bersama Yayasan PLAN Internasional.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Dalam sambutannya, Bupati Hery menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini, berharap dapat bermanfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan di Manggarai.

”Atas nama pemerintah Kabupaten Manggarai, saya mengucapkan terima kasih untuk penyelenggara kegiatan peningkatan kapasitas kepala sekolah ini, terima kasih untuk seluruh pemateri dan semua Kepala Sekolah yang setia hadir dalam kegiatan ini. Semoga bermanfaat,” ujarnya.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

“Untuk semua niat baik, Tuhan kirim orang-orang baik. Saya dan Pa Waki Bupati mempunyai niat baik, dan untuk kami dua, Tuhan kirim Kepala Sekolah SD dan SMP orang-orang baik semua. Juga kirimkan orang baik dari PLAN sebagai narasumber dalam kegiatan ini,”ujarnya.

Peserta yang hadir sudah berpengalaman menjadi Kepala Sekolah dan sebagian baru menjadi Kepala Sekolah, Bupati Hery menegaskan bahwa peningkatan kapasitas bukan soal pengalaman, tetapi selalu ada hal-hal baru yang mau diberitahukan kepada para Kepala Sekolah.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

“Ada banyak organisasi yang mendukung kita, ada LSM, Keuskupan Ruteng, dan JPIC. Banyak pihak selain pemerintah yang mau membantu kita di luar pemerintah, karena semua mau Manggarai menjadi lebih baik,”ungkapnya.

Menurut Bupati Hery, sekarang kita harus membuka diri kepada semua pihak, menceritakan tentang masalah yang dihadapi, jangan tutup diri. Akui kita punya masalah. Selama kita masih menutup diri maka tidak akan ada perubahan.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

“Kita membuka diri supaya ada orang yang bantu kita, bantu tidak hanya berupa uang, orang bisa membantu dengan keahliannya, dengan membagikan pengalamannya dan banyak hal. Kita membuka diri supaya pemerintah pusat juga kenal Manggarai,” ujarnya.

"Sebab persoalan tidak akan cepat selessai apabila hanya mengandalkan diri sendiri."

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Bupati Hery minta kepada para Kepala Sekolah untuk terus berinovasi yang melibatkan guru-guru dalam pembelajaran. Juga ingatkan para Kepala Sekolah dan guru-guru terkait pentingnya budaya membaca.

Para guru harus memberikan contoh yang baik kepada muridnya dalam banyak hal, termasuk budaya baca. Pendidikan akan berpengaruh pada kualitas manusia, dan SDM yang baik akan berpengaruh pada apakah dia dapat kerja atau tidak.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

“Tolong perkuat bahasa asing terutama bahasa inggris untuk anak-anak SMP supaya kita tidak tertinggal pada sisi itu. Kualitas sekolah saat ini harus menjadi lebih baik. Percaya saya, anak-anak sekarang kalau diajar bahasa inggris akan lebih cepat, beda dengan zaman kita dulu,” katanya.

Bupati Hery juga menyampaikan apresiasi kepada 12 sekolah yang lulus sebagai sekolah penggerak (dari 300 lebih yang mendaftar). Dirinya meminta kepada sekolah lain untuk belajar dengan sekolah yang sudah menjadi sekolah penggerak.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

“Tidak ada jalan lain untuk maju, selain belajar dari satu sama lain. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang baik, jangan disalahgunakan,” ungkapnya.

Bupati Hery juga mengingatkan para kepala sekolah terkait pengelolaan dana bos. Jangan sampai banyak temuan lagi, berharap tahun depan tidak ada lagi.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

“Intinya aparat penegak hukum sudah tahu semua polanya, pengelolaan Dana Boss kalau curang itu polanya seperti apa, jangan beranggapan bahwa orang tidak tahu. Itu makanya ada yang jadi polisi dan jaksa, untuk pelajari pola-pola itu tadi, itu juga alasan kenapa orang kerja di BPK, karena dia mahir dalam mengawasi dan melihat pola penyalahgunaan uang. Jadi kita yang baru belajar ini jangan lagi coba-coba tipu mereka yang sudah mahir. Karena pasti akan ketahuan,”tegasnya.

Dirinya mengatakan bahwa, guru itu digugu dan ditiru, baik dalam hal baik maupun dalam hal buruk, makanya harus memberikan contoh yang baik kepada murid.

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta

Guru merujuk sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Ketika mengingat kembali semboyan pendidikan oleh Ki Hadjar Dewantara tentang tiga asas pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut wuri Handayani. Yang implementasinya dalam pendidikan dapat dipahami bahwa guru sebagai pendidik yaitu:

Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen

Pertama, Ing Ngarso Tuludo, bahwa di depan seorang guru harus dapat memberikan contoh atau teladan yang baik bagi kepada siswa-siswinya.

Kedua, Ing Madya Mangun Karsa, guru adalah pendidik yang berada di tengah siswanya mampu memberikan dorongan atau semangat untuk berkarya.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Ketiga, Tut Wuri Handayani, di belakang guru adalah pendidik yang mampu mengarahkan atau menopang siswa-siswinya pada jalan yang benar.

Bahwa guru profesional adalah orang yang terlibat dalam pendidikan yang tugasnya tidak hanya sekadar mentransfer ilmu dari guru kepada peserta didik akan tetapi lebih dari itu.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

“Semua orang belajar untuk tidak membuat riuh dalam kehidupan sehari-hari maupun di media-media. Semua orang harus tahu porsinya, itu artinya profesional. Pa Wakil Bupati selalu bilang, profesional yang pertama-tama adalah tahu diri, siapa saya?” ujarnya.

Bupati Hery juga minta kepada para Kepala Sekolah untuk ingatkan guru-guru agar berhati-hati posting sesuatu di media sosial, beritahu dan peringatkan semua.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

“Karena kalau ada apa-apa saya tidak akan bantu. Hati-hati, baik dalam urusan pribadi maupun dalam urusan kedinasan, jangan gampang posting di medsos tanpa mempertimbangkan dampaknya,” katanya.

Bupati Hery juga berharap agar COVID-19 segera selesai, supaya pendidikan kembali berjalan normal. Manggarai harus bisa menjadi barometer pendidikan di Flores, itu cita-cita besar Pemkab Manggarai terutama untuk sekolah menengah, khususnya di Ruteng.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

“Kalau dulu orang datang sekolah ke Ruteng karena banyak pilihan sekolahnya, tetapi kalau bisa ke depan orang datang sekolah ke Ruteng karena sekolah yang bagus dan bermutu. Kita menuju ke sana,” katanya.

“Itu mungkin tidak langsung terwujud sekarang, besok atau minggu depan, bisa saja baru terwujud pada 4 atau 5 tahu ke depan, tetapi orang bilang seribu langkah mulai dari langkah pertama. Langkah pertama kita mulai minggu ini. Kita berdoa semoga bisa lanjut ke langkah-langkah berikutnya dan bisa melewati semua tantangan yang dihadapi setiap langkah,” tutupnya. Red/Ben

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla ***

Bagikan berita:

Berita Terkait