Putraindonews.com, Blitar - Tak pernah terlintas dalam benak kita bila minyak jelantah atau minyak bekas dari penggorengan bisa menghasilkan cuan, ibu - ibu rumah tangga tentu merasa barang sampah bekas menggoreng ini biasa di buang percuma begitu saja, padahal barang sampah ini punya nilai ekonomi dan laku di jual kembali.
Ini faktanya setelah diinisiasi oleh LPK- RI kantor DPC Kabupaten Blitar, dalam sebuah pertemuanya menerima kunjungan dari DPC LPK- RI Kabupaten Trenggalek, dalam pertemuan Sabtu (09/05/26) kedua Ketua DPC LPK- RI Kabupaten Blitar Mochamad Iskandar dengan Ketua DPC LPK-RI Kabupaten Trenggalek Zaenal Arifin menggagas dua hal yakni mengumpulkan limbah minyak goreng bekas dan sebagai suplayer telur asin.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatKetua DPC LPK-RI Kabupaten Blitar Mochamad Iskandar menyambut baik program tersebut, dimana antar daerah bisa menjalin komunikasi dua arah yang saling menguntungkan, pertemuan di Kantor Sekertariat DPC LPK-RI siang itu mengawali kesepakatan kerjasama yang positif.
"Kita membangun masyarakat agar berpengetahuan luas, selama ini minyak jlantah dianggap barang sampah yang tak berguna, kami siap membeli minyak jelantah dengan harga pantas mengikuti harga pasar minyak dunia," Ungkapnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatDengan kerjasama ini Iskandar berharap kerja sama ini dapat berlangsung jangka panjang dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh pengurus dan anggota LPK-RI di Blitar dan Trenggalek.
Sementara itu, Ketua DPC LPK-RI Zaenal Arifin Trenggalek sangat mengapresiasi atas konsep kerjasama tersebut, juga atas sambutan segenap pengurs LPK-RI DPC Kabupaten Blitar. "Kunjungan ini telah menciptakan kolaborasi yang solid baik secara program maupun ekonomi. Selain menyepakati kerja sama di sektor minyak jelantah dan telur asin, kedua pihak juga saling bertukar informasi mengenai program kerja masing-masing." kata Zaenal.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanMereka juga berharap agar masyarakat memanfaatkan informasi ini, tidak membuang jelantah bekas penggorengan, karena minyak jelantah laku di jual dengan harga lumaya 6 hingga 7 ribu rupiah per kilo gramnya. Redaksi : rif